Hakim cecar saksi Siska, terkait transfer uang, Ratu Pantai Selatan dan Asmara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara penipuan-penggelapan terdakwa Halim Wijaya yang merugikan saksi korban anggota DPR-RI Rudi Hartono Bangun Rp 4 milyar, kembali digelar dengan agenda periksaan saksi-saksi.

Persidangan secara virtual di ruang Cakra-4 PN Medan, Kamis (04/02/2021) ini, ramai dengan cecaran hakim ketua Mery Donna, seputar transfer dana milyaran rupiah yang terkait praktik pedukunan, Ratu Pantai Selatan dan asmara.

Menurut saksi Siska Sari W Maulidhina (berkas terpisah), yang terlihat dilayar monitor, dia berpacaran dengan Rudi Hartono Bangun sejak tahun 2012, ” Saat itu Rudi mengaku duda,” jelasnya.

” Dalam dakwaan disebutkan, saksi Rudi telah mentrasfer uang Rp 2 milyar lebih, apa benar itu ?,”tanya hakim ketua.

Siska nembenarkan. Latas hakim ketua bertanya lagi,” untuk apa uang itu ?”

“Untuk keperluan dia sendiri Bu Hakim. Setelah uang ditarik dari rekening diserahkan kepada Rudi, terkadang kepada anggotanya, ” jawab Siska.

Selaku saksi kunci, hakim ketua juga bertanya kepada Siska, prihal Ratu Pantai Selatan, dukun dan tumbal ayam hitam untuk mencegah OTT KPK.

Menurut Siska dia hanya menjadi perantara membeli ayam hitam untuk tumbal Ratu Pantai Selatan, ” Uang dari Rudi, saya hanya membayarkan kepada temannya,” jelas Siska.

“Membeli ayam hitam suruhan Rudi, saya hanya membayarkan kepada temannya,’ jawab Siska dalam persidangan yang dihadiri Advokat Simon Sihombing dan Ria Harafenta Tarigan, selaku penasihat hukum terdakwa Halim Wijaya.

Sebelum Siska, juga didengar keterangan orang tua Siska, Gunawan Siregar yang rekeningnya pernah digunakan untuk transfer uang Rudi.

Menurut Gunawan, Rudi beberapa kali mentrasfer uang ke rekeningnya, kemudian Gunawan mentrasfer ke rekening Siska.

” Setelah Rudi mentrasfer ke rekening saya, kemudian diperintahkan, saya mentrafer ke rekening Siska, ” ujar Gunawan Siregar yang berprofesi sebagai Direktur PT Sigma.

“Lho kok uangnya mutar-mutar, seperti ada sesuatu yang disembunyikan. Saksi terus terang saja, apa maksud transfer seperti itu, mutar-mutar ?” tanya hakim heran.

” Begitu lah Bu Hakim, saya gak tau alasannya, ” jelas Gunawan.

Dalam persidangan atasnama terdakwa Halim Wijaya ini, juga didengar keterangan saksi Sutan Siregar dan Atika, paman dan adik Siska.

Perlu diketahui, terdakwa Halim Wijaya (41) didakwa terkait perkara dugaan penipuan-penggelapan yang merugikan saksi korban, Rudi Hartono Bangun SE sebesar Rp 4 miliar lebih.

Menurut JPU Rahmi Shafrina dalam dakwaannya, perbuatan itu dilakukan terdakwa bersama-sama dengan Siska Sari W Maulidhina (berkas terpisah).

Semula tahun 2015, saksi Siska berkenalan dengan saksi korban melalui seseorang bernama Liza. Sesudahnya keduanya sering berkomunikasi melakui WatsApp.

Belakangan saksi Siska sering bercerita tentang ilmu ghaib, indigo dan dapat melihat secara ghaib.

Terkait itu, Siska pun menyebutkan jika saksi Rudi Hartono Bangun sedang diincar KPK untuk menjadi target OTT.

Kemudian Siska mengatakan, KPK bisa diantisipasi dengan jin. Dan Siska mengaku bisa berhubungan dengan Ratu Pantai Selatan.

Sesudahnya, Siska pun meminta uang untuk membeli ayam yang akan digunakan sebagai tumbal, sesuai permintaan Ratu Pantai Selatan.

Terkait permintaan itu, saksi Rudi Hartono Bangun mentransfer uang ke rekening Siska dan terdakwa Halim Wijaya, sehingga saksi korban merugi Rp 4 milyar lebih.

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *