Para Bupati sepakat Timika jadi ibu kota Provinsi Papua Tengah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Menindaklanjuti rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah, para Bupati di wilayah pegunungan Papua yang tergabung dalam adat Mee Pago kembali menggelar pertemuan di salah satu Hotel di Timika, Kabupaten Mimika, Papua pada Kamis, (4/2).

Pertemuan itu bertemakan Rapat Koordinasi Pemekaran Provinsi Papua Tengah, dipimpin dan dihadiri Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Puncak Willem Wandik, Wakil Bupati Intan Jaya, Ketua DPRD Mimika, Ketua DPRD Puncak, tokoh masyarakat dan pejabat dari sejumlah daerah.

Dari pertemuan tersebut terdapat beberapa poin penting telah disepakati dan ditandatangani sebagai komitmen bersama dan selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk ditindaklanjuti diantaranya ;

Pertama, mendukung sepenuhnya pemekaran Provinsi Papua Tengah

Ke-dua, menyetujui Ibukota Provinsi Papua Tengah berkedudukan di Timika.

Ke-tiga, mendukung penuh wilayah adat Mee Pago menjadi Provinsi Papua Tengah, yang terdiri dari Kabupaten Mimika, Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Puncak.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng menegaskan bahwa pertemuan itu sebagai lanjutan dari hasil kesepakatan tujuh Bupati pada 1 November 2019 lalu di Mimika. Diantaranya Bupati Mimika, Bupati Nabire, Wakil Bupati Paniai, Bupati Dogiyai, Wabup Deiyai, Bupati Intan Jaya dan Bupati Puncak.

Dalam kesepakatan waktu itu juga, para Bupati telah berkomitmen bahwa Timika didapuk sebagai ibukota Provinsi.

“Hari ini semua pihak sepakat Ibukota Provinsi Papua Tengah berada di Timika. Jadi jangan dibawa ke mana-mana dan bukan di mana-mana. Kesepakatan sudah ditandatangani, cap dan itu sah,’ kata Eltinus dalam rapat Koordinasi.

Ditempat yang sama, Bupati Puncak, Willem Wandik menambahkan, kesepakatan itu telah diambil dan tidak akan pernah berubah.

Adapun yang selama terjadi mis komunikasi adalah merupakan dinamika dari proses yang sedang berlangsung.

“Selama ini ada sekelompok orang yang sengaja membuang isu untuk menghambat proses pemekaran,” ujar Bupati Willem.

Meski demikian secara tegas Ia katakan bahwa seluruh proses telah melalui tahapan dan Papua Tengah sangat layak dimekarkan dimana ibu kota provinsi sangat layak di Timika.

 

Reporter : AQM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *