Pungli Dana BOK, Plt. Kepala Puskesmas Perlayuan divonis 5 tahun penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Terbukti melakukan pungli dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), M.Haitamy Jasni, SKM (43), Plt. Kepala Puskesmas Perlayuan, Kec. Rantau Utara, Kab. Labuhan batu, divonis 5 tahun penjara,

Dalam perkara yang sama, Suburiyah Daulay (34) selaku Bendahara Kapitasi JKN dan Hilda Milda (45) selaku Pengelola BOK, masing-masing divonis 3 tahun penjara.

Majelis Hakim Tipikor diketuai Syafrin Batubara yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-5 Pengadilan Negeti (PN) Medan, Kamis (04/02/2021), juga menjatuhkan denda masing-masing Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, ketiga terdakwa merupakan
pegawai negeri yang saat menjalankan tugas, meminta atau memotong pembayaran kepada pegawai negeri lainnya.

Perbuatan terdakwa melanggar
Pasal 12 huruf (f) UU Nomor : 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan JPU
M.Husairi dari Kejari Labuhan Batu yang menuntut terdakwa Haitamy Jasni, 6 tahun penjara.

Sedangkan, terdakwa Suburiyah Daulay dan Hilda Milda masing-masing dituntut 4 tahun penjara.

Ketiganya juga dituntut denda masing-masing Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam dakwaan disebutkan, Haitamy Jasni, Plt Kepala Puskesmas Perlayuan, Hilda Mila Pengelola dana BOK, dan Suburiyah Daulay selaku bendahara, secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Ketiganya, secara tanpa hak memotong dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) TA 2019, Puskesmas Perlayuan Jalan Bola Kaki No.1 Pulo Padang, Kec. Rantau Utara, Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Peristiwanya, 9 Agustus 2019, para terdakwa melakukan penarikan Dana BOK senilai Rp. 162.650.760, di Bank Sumut Cabang Rantauprapat.

Rencananya, Dana BOK itu dibagikan kepada 44 orang pegawai Puskesmas Perlayuan, namun para terdakwa membagikannya, setelah masing-masig dipotong  25 persen.

Apesnya, Agustus 2019 para terdakwa kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh anggota Polres Labuhanbatu, sehingga perkaranya pun bergulir di PN Medan.

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *