Minimnya APD Petugas Damkar Toba Membahayakan keselamatan kerja

  • Whatsapp
Kepala satuan polisi pamong praja kabupaten toba, J Broztito Sianipar S Sos

MITRAPOL.com, Toba – Minimnya alat pelindung diri (APD) yang dimiliki petugas pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Toba saat ini, dapat menimbulkan korban jiwa bagi petugas sewaktu menjalankan tugasnya. Sementara disisi lain, personil dituntut agar dapat bekerja maksimal meski harus berhadapan dengan bahaya api dan resiko tinggi.

Kepala satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Toba J Broztito Sianipar SSos kepada Mitrapol mengakui kalau pihaknya kekurangan APD yang digunakan personilnya dalam melaksanakan tugas tugas pemadaman bencana kebakaran diwilayah kabupaten toba.

“Memang benar, dalam hal kelengkapan petugas maupun personil pemadam kebakaran, APD kita sangat minim sampai dengan saat ini, kalaupun ada alat yang dipergunakan mereka hanya sebatas mobil dan kelengkapannya. kalau untuk pelindung diri personil itu sendiri, sama sekali tidak ada, contoh seperti baju tahan api, helm, masker, sarung tangan, itu tidak ada”, terangnya saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (08/02/21).

Lebih lanjut diterangkanya, Standard kerja dalam penanganan bencana kebakaran, salah satunya tuntutan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan dapat hadir di lokasi kejadian secepat mungkin.

“Sesuai SOP yang sudah kami buat dan SOP secara nasional, bahwa penanganan bencana kebakaran itu antara 10 sampai 15 menit. Artinya semenjak kami menerima informasi kebakaran, 10 sampai 15 menit kemudian kami harus sudah sampai berada di TKP.

Namun demikian, ada juga yang tidak dapat kami penuhi sesuai standart waktu, mengingat jarak dari pos kami ke lokasi kebakaran, kemudian lokasi tempat kejadian yang berbukit-bukit, namun kami tetap mengupayakan yang terbaik” terangnya.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten toba, Tua parasian Silaen

Disebutkan, saat ini pemerintah Kabupaten Toba memiliki armada sebanyak 6 unit, diantaranya 4 unit mobil pemadam ditempatkan di Pos Balige, 1 unit di kecamatan Porsea dan 1 unit di kecamatan Parsoburan. Pihaknya berharap, pemerintah dapat lebih memberikan perhatian khusus dan memperhatikan kebutuhan dalam penanganan bencana atas resiko keselamatan kepada personil.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Toba, Tua Parasian Silaen saat dijumpai di ruang kerja Komisi A Kantor DPRD Toba, menngungkapkan, Perhatian pihaknya atas kebutuhan petugas damkar pada dinas tersebut telah disampaikan hingga penganggaran.

“Hal tersebut memang sudah dikeluhkan pada saat rapat kerja internal bersama mereka dan kita sudah bahas prihal ini. Kebetulan saya di Banggar juga, kami sudah menambahkan itu untuk tahun ini, seperti yang mereka minta untuk kebutuhan perlengkapan yang sangat minim tersebut, dan kita sudah anggarkan sekitar 600 juta”, sebut pria yang duduk di kursi DPRD Toba dari fraksi Demokrat.

Tua Parasian yang merupakan anggota tim badan anggaran (Banggar) di DPRD Toba tersebut mengharapkan agar kebutuhan akan APD petugas damkar yang sudah ditetapkan sebesar Rp 600 juta tersebut tidak dipangkas manakala terjadi pemotongan anggaran (refocusing) yang dalam waktu dekat ini akan dilakukan.

“Mudah-mudahanlah refocusing kedua ini, anggaran untuk itu tidak dipotong. Yang jelas untuk kebutuhan APD mereka, kita sudah bahas melalui komisi A dan kita suarakan di banggar untuk anggarannya. Selama ini menurut mereka memang diusulkan namun tidak dapat respon, tahun ini kita menaggapinya melalui komisi A dan kita tampung itu”, tegasnya.

Keterbatasan anggaran di masa pandemi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini sangat berdampak kepada kebutuhan akan hal lainnya.

“Kemaren mereka juga minta usulan mobil damkar supaya ada di Ajibata karena jauh kali jarak tempuh mereka dari balige ke Ajibata, tapi karena kondisi pandemi saat ini dan adanya refocusing, mungkin masih sebatas itulah yang bisa kita bantu dari komisi A. Keterbatasan anggaran, mungkin kita juga bisa upayakan dari dana CSR. Hal ini juga sudah kita wacanakan namun menunggu kondisi saat ini dimana Jakarta juga masih lockdown, mudah-mudahan pandemi ini cepat berlalu,” ujar tua parasian.

Amatan dilapangan, tampak sejumlah armada Damkar yang dimiliki pemkab toba sudah layak diremajakan, mengingat kondisi mobil yang sudah tua sehingga kerap terkendala saat dioperasikan dan memakan biaya operasional yang cukup besar.

 

Pewarta : (Abdi.S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *