Heboh Terkait Tanah Harta Warisan, Raja di Gunung Lapu Aceh selatan T Sukandi Gugat BPN Aceh Selatan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Selatan – T, Sukandi vs BPN badan pertanahan Nasional kabupaten Aceh Selatan, Selasa 9/02/2021 di duga curang,

Adapun Sisilah keluarga dan keturunan raja yang di Aceh Selatan sebagai pemegang ali waris yang masih hidup dalam pertemuan Pers T.sukandi menjelaskan dan akan melaporkan BPN kabupaten Aceh Selatan kepihak hukum

Teuku Sukandi Bin T. Mak Ganti, umur 60 tahun, lahir di Tapaktuan, 14 Juni 1960, Agama Islam, Jenis Kelamin Laki-laki, Pekerjaan Wiraswasta, Pendidikan SMA (tamat), Kebangsaan Indonesia, bertempat tinggal di Jalan T. Ben Mahmud Gampong Air Berudang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Selanjutnya disebut sebagai Penggugat

Bahwa Penggugat dengan ini mengajukan gugatan terhadap: Teuku Laksamana Bin T. Fitahruddin, umur 71 tahun, Jenis Kelamin Laki-laki, Pekerjaan Wiraswasta, Agama Islam, Kebangsaan Indonesia, tempat tinggal di Jalan Teuku Cut Ali Gampong Batu Itam Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Selanjutnya disebut sebagai Tergugat,

Adapun dalil-dalil dan alasan Penggugat mengajukan gugatan ini adalah sebagai berikut,

– Bahwa Alm. Datuk Raja Amad Jintan merupakan seorang raja yang memerintah di Tapaktuan sejak tahun 1874 sampai dengan beliau mangkat atau meninggal dunia pada tahun 1928.

– Bahwa semasa alm. Datuk Raja Amad Jintan masih hidup, memiliki empat (4) orang istri, masing-masing bernama, Alm. Zaleka, Alm. Nur’ Aini, Alm. Fatimah Aman dan Alm. Fatisah.

– Bahwa selama alm. Datuk Raja Amad Jintan beristri dengan alm. Zaleka mempunyai dua (2) orang anak, yaitu: Alm. Cut Laman Intan, dan Alm. T. Fitahruddin.

– Bahwa alm. T. Fitahruddin memiliki dua (2) orang istri yaitu: Alm. Rahmah dan Alm.Lisah.

– Bahwa selama alm.T.Fitahruddin beristri dengan Alm. Rahmah mempunyai delapan (8) orang anak yaitu: Alm. T. Awaluddin, Alm. Timah Suam, Alm.Zahara, Alm. Siti Saleha, Alm. Muhtaruddin, Alm. T. Ibrahim, Alm. T. Batiar dan Alm. T. Sabaruddin.

– Bahwa selama beristri dengan Alm. Lisah mempunyai tujuh (7) orang anak yaitu, alm. Nur Ali, alm. Nur Ala, alm. Lela, alm. Nurani, alm. Jan Intan, alm. Cut Murdum dan T. Laksamana.

– Bahwa selama alm. Datuk Raja Arnad Jintan beristri dengan Nur’ain mempunyai empat (4) orang anak yaitu: Alm. T. Johan, alm. T. Mak Ganti, almh. Cut Zupiah, dan almh. Cut Nur Cahaya.

– Bahwa alm. T.Johan memiliki dua (2) orang istri yaitu: alm. SiGandam dan di Trumon.

– Bakwa selama alm. T.Johan beristri dengan almh. SiGandam mempunyai enam (6) orang anak yaitu: alm. T.M.Nur, alm. Jasmani, alm. Kopay, alm. Bombay, alm. M.Din dan alm. Samsuddin. Sedangkan dengan istri Di Trumon tidak memiliki keturunan.

– Bahwa alm. T. Mak Ganti mempunyai istri satu (1) orang bernama alm. Madah, dan mempunyai anak sebanyak dua (2) orang yaitu: alm. Cut Aden, dan T. Sukandi.

– Bahwa lamh. Cut Zupiah menikah dengan alm. Nyak Daud dan mempunyai anak sebanyak empa (4) orang yaitu: alm. H. T. Sarifuddin, alm. H.T. Sarimuddin, alm.H.T. Tajuddin, dan alm. Hj. Nur Asiah.

Bahwa alm. Cut Nur Cahaya menikah dengan Tengku Fonda, dan mempunyai anak sebanyak dua (2) or ang anak yaitu: alm. Cut Zarfah, dan alm. Putera.

Bahwa selama alm. Datuk Raja Amad Jintan beristri dengan alm. Fatimah Aman mempunyai Satu (1) orang anak yaitu: alm. T. Keumala. Kemudian alm. T. Keumala menikah dengan alm. Siti Rahmah dan mempunyai delapan (8) orang anak, yaitu: alm. T. Ismail, alm. Cut Anuan, alm. Cut Sejarrah, alm. T. Kamaruddin, alm. Cut Dallian, alm. Cut Zariah, alm. T. Abas Kamal dan alm. Cut Intan.

Bahwa selama alm. Datuk Raja Amad Jintan beristri dengan alm. Fatisah mempunyai seorang anak bernama: alm. Cut Marak. Kemudian alm. Cut Marak menikah dengan alm. Nyak Hasem dan mempunyai anak sebanyak dua (2) orang yaitu: alm. Intan dan alm. Kaharuddin. Bahwa saat ini keturunan atau ahli waris dari alm.Datuk Raja Amad Jintan bersama dengan istri-istrinya yang disebutkan diatas adalah sebanyak dua (2) orang yaitu, Teuku Laksaman dan Teuku Sukandi.

Bahwa semasa hidup alm.Datuk Raja Amad Jintan bersama dengan istri-istrinya tersebut diatas ada memiliki sebidang harta berupa tanah ganung seluas lebih kurang 10.000 M2 (sepuluh ribu meter persegi), yang terletak di kawasan Gunung Lampu Desa Pasar Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, dengan batas-batasnya sebagai berikut:

Utara berbatas dengan Tapak atau Benteng Tapak. Selatan berbatas dengan tanah Rosna Anas. Timur berbatas dengan Laut Samudera Hindia. Barat berbatas dengan Pagar TVRI.

Padahal tanah tersebut bukan tanah alm.Fitahruddin tetapi tanah warisan dari Alm. Datuk Raja Amad Jintan. Bahwa Penggugat (Teuku Sukandi) telah mengajukan keberatan dan sanggahan atas permohonan penerbitan sertifikat tersebut kepada Badan Pertanahan Nasional atau Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Selatan, dan BPN Kabupaten Aceh Selatan melalui suratnya Nomor: Up.04.02/87-11.01/1/2021 bertanggal 02 Februari 2021 telah mengundang Teuku Laksamana (Tergugat) dan Teuku Sukandi (Penggugat) untuk melakukan mediasi terkait tanah di gunung lampu tersebut.

Bahwa Meidi Warman, SE, MM jabatan Kabid, Kekayaan Daerah BPKD Kabupaten Aceh Selatan telah mengeluarkan surat pernyataan yang isinya menyatakan pembatalan atas ukuran peta bidang tanah/ batas tanah yang terletak di Gunung Lampu yang telah saya ketahui dan tanda tangani. Bahwa Camat Kecamatan Tapaktuan bernama Halim Bahril, SE juga telah mengeluarkan surat pernyataan yang isinya menyatakan pembatalan surat pernyataan tertanggal 15 Juli 2019 yang telah saya ketahui dan tanda tangani.

Bahwa saat ini Tergugat (Teuku Laksamana) tetap mengajukan permohonan penerbitan sertifikat hak milik (SHM) kepada kantor Badan Pertanahan Nasional atau Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Selatan. Bahwa oleh karena ahli waris dari alm.Datuk Raja Amad Jintan tidak bermaksud menguasai harta warisan tersebut secara pribadi, maka sebaiknya tanah warisan tersebut dikembalikan kepada negara cg. Kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar dapat dijadikan sebagai Aset daerah menambah pendapatan (PAD) tambah nya t.sukandi jika pihak BPN Aceh selatan tidak membatalkan seterpikat tersebut makan saya tidak segan-segan melaporkan kepihak hukum dugaan

Pembuatan seterpikat tanah atas permintaan sepihak tampa di beritahukan ke pihak aliwaris yang lain yang masih hidup.” tutup nya.

 

Pewarta : Rian

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *