Pendemo Mengancam Investasi PT Sri Timur di Langkat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Berandan Barat – Puluhan warga Desa Sei Tualang, Kec. Brandan Barat, Kab. Langkat, Sumut gelar aksi unjuk rasa (demo) menutup jalan menuju perkebunan PT Sri Timur. Akibatnya, PT Sri Timur terancam merugi ratusan juta rupiah.

Refman Basri SH, MBA, selaku penasihat hukum PT Sri Timur menyayangkan terjadinya demo menuntup jalan menuju perkebunan PT Sri Timur, sehinga truk pengangkut sawit tak bisa melintas.

“Ini jelas menghambat dan mengancam investasi yang tidak dibenarkan secara hukum,” jelas Refman, saat dikonfirmasi awak media di Medan, Senin (8/2/2021).

Ditegaskan, PT Sri Timur adalah perusahaan perkebunan yang memiliki HGU dengan masa berlaku hingga tahun 2043, dan juga telah memenuhi perizinan lengkap serta menunaikan kewajiban kepada negara, seperti CSR, Retrebusi dan Pajak.

Selain itu, PT Sri Timur merupakan perusahaan dengan pekerja cukup banyak dengan investasi cukup besar, sehingga jika perusahaan ini terhambat dengan adanya demo, maka ratusan orang terancam tak makan.

“Bagaimana jika ratusan orang yang bergantung di PT Sri Timur juga membuat unjuk rasa, karena tempat mencari nafkahnya diganggu, kan jadi rame, serta menganggu kekondusifan,” ungkap Refman.

Menyinggung tentang ternak warga yang dilarang masuk ke areal kebun PT Sri Timur, menurut Refman itu suatu yang wajar, sebab ternak itu sudah merusak tanaman.

Refman menduga, ada pihak yang menjadi aktor intelektual terjadinya demo warga, dan kata Refman lagi, pihaknya telah melaporkan masalah ini ke Polisi.

Terkait dengan demo dan protokol kesehatan, Kapolsek Pangkalan Brandan AKP BS Simbolon, ketika dikonfirmasi awak media via HP, Senin (8/2/2021) mengaku telah menghimbauan pendemo agar mematuhi protokol kesehatan covid-19.

“Himbauan sudah kami sampaikan setiap harinya, namun mereka masih tetap disitu dan tidak mengindahkan. Kami hanya menghimbau, menyangkut permasalahan warga dan PT Sri Timur kami tidak tau persis,” jelasnya.

Sementara, Samsul Bahri, salah seorang pendemo mengatakan, warga Desa Sei Tualang telah jenuh dengan janji PT Sri Timur tentang penyediaan lapangan bola dan perbaikan jalan.

“Bahkan, hewan ternak pun sudah dilarang memasuki areal perkebunan sawit PT Sri Timur”. jelas Samsul kepada awak media di lokasi unjuk rasa, Sabtu (06/02/2021).

Samsul mengakui, pihaknya telah disomasi oleh pengacara PT Sri Timur, yang menguraikan sertipikat HGU PT Sri Timur.

Dari kacamata para pendemo, papar Samsul, sertipikat HGU yang dimiliki PT Sri Timur cacat hukum. Karena untuk menerbitkan HGU, harus ada persyaratan-persyaratan. Setidaknya di lokasi ini sudah ada sengketa dengan warga.

“Jadi kami menuntut agar HGU ditinjau ulang. Kalau memang secara hukum milik PT Sri Timur, kami mengakui dan siap menerima. Tapi kalau cacat, cabut HGU-nya sesuai ketentuan undang-undang pokok agraria,” sebutnya.

Meski demikian, Samsul mengakui juga jika pihak Polsek sudah datang ke lokasi demo, meminta agar portal dibuka.

“Kami tidak mau membuka portal sebelum tuntutan kami diterima oleh pihak PT Sri Timur, urai Samsul.

Menurut Samsul yang didampingi puluhan pendemo lain, RDP (Rapat Dengar Pendapat) pertama dengan anggota DPRD Langkat tanggal 21 Desember 2021, perwakilan PT Sri Timur tidak datang, sehingga RDP ditunda.

Tanggal 25 Pebruari 2021 mendatang akan dilakukan lagi RDP dengan DPRD Langkat.

“Bila tuntutan kami tidak ditanggapi, kami akan melapor ke DPRD Sumut, jika tidak juga, kami ke DPR RI,” pungkas Samsul.

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *