Ketua DPP – LPRI kecewa dengan adanya pelajar yang tidak diperkenankan memakai Hijab di Sekolah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta –  Menanggapi masalah yang baru-baru ini terjadi mengenai kasus Orang tua siswa SMA Negeri 1 Momere, Kabupaten Sika, Nusa Tenggara Timur yang mengamuk lantaran anaknya tidak boleh menggunakan seragam sekolah muslim di Sekolah tersebut, Ketua DPP LPRI Syarifuddin Tahir SE.,ST.,MM/Pendiri GBNN angkat bicara.

Kebijakan pihak sekolah untuk semua siswa harus ikuti aturan mengenakan seragam dari pemerintah yang tidak sesuai dengan aturan muslimah itu sangat lah tidak bijaksana, terkesan tidak mematuhi Sila Pertama bahkan berdalih bahwa ini semata karena menegakkan tata tertib sekolah yang mengacu pada peraturan menteri pendidikan tentang seragam sekolah, ujarnya. Senin (8/2/2021)

Lanjutnya, tidak mengherankan kalau kesedihan terlihat dikedua orang tua Fatimah Aswari saat mendatangi sekolah, keduanya tak menyangka kalau anaknya yang duduk di Kelas 10 SMA 1 Momere harus menggunakan seragam sesuai aturan menteri pendidikan tersebut, padahal putrinya menggunakan seragam yang bernuansa Islami, ungkapnya

Diketahui juga, perlakuan pihak sekolah yang dianggap tidak adil ini telah diterima Fatimah sejak belajar di sekolah tersebut.

Dirinya mengharapkan aturan kementerian jangan membingungkan orang tua murid yang beragama Islam,surat keputusa harus ditinjau kembali jangan sampai merendahkan pelajar muslim di seluruh sekolah, pungkasnya

Dalam akhir bincang bincangnya, bung Syarif panggilan kesehariannya yang selalu terdepan ketika anak bangsa mempunyai permasalahan yang menuntut haknya bahkan miris sampai takut kesekolah berharap terkait segera menyelesaikan masalah ini dengan bijak, supaya generasi penerus bangsa ini bisa terus sekolah dengan nyaman,yang kedepannya akan lahir calon-calon anak bangsa yang berkualitas untuk membangun Indonesia yang jauh semakin baik, tutupnya.

 

Pewarta : Dessy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *