Salah Satu Cacat Saat Kongres PD di Surabaya

  • Whatsapp

Catatan Kecil Hencky Luntungan, Pendiri, Deklarator dan Formatur Partai Demokrat

MITRAPOL.com, Jakarta – Maaf saya tidak membicarakan sekian banyak blunder dan cacat atas pelaksanaan Kongres PD di Surabaya, tapi kenapa saya tidak hadir, walaupun Pak Ventje sudah menyiapkan tiket dan akomodasi sebagai Pendiri PD.

Alasannya :

1. Bahwa Kongres akan dilaksanakan Tidak Demokratis karena jauh hari sudah terbaca bahwa atas nama kongres, tapi dilakukan “Aklamasi Sebagai Warisan Bapak Kepada Anak,” yang menabrak AD/ART PD. dimana penerima warisan belum menjadi kader PD selama 3 sampai 5 Tahun.

2. Pelaksanaan Kongres akan diatur sesuai Kemauan SBY, dengan upaya memotong aturan dan memasung lewat AD/ART, sebagai contoh, bahwa KLB hanya boleh dilakukan atas persetujua Majelis Tinggi, dan SBY menjadi Ketua Majelis Tinggi dan Anaknya Menjadi Ketua Umum.

3. Dalam pelaksanaan Kongres tidak dibahas AD/ART dan diatur diam diam untuk mengamankan posisi AHY.

4. Kenyataan diatas merupakan perlakuan yang Otoriter Masif dan Terstruktur.

5. Membungkam Suara Para Pendiri/Deklarator/Senioritas PD untuk Tidak bisa melakukan gerakan apa saja, tanpa persetujuan Dinasti.

6. Jika saat ini AHY dengan segala Blunder melakukan pres realis, ini merupakan ketakutan yang berlebih-lebihan oleh karena Ketidak Dewasaan Berpolitik.

7. Dengan apa yang dilakukan oleh SBY saat Kongres di Surabaya ini merupakan Perebutan Kekuasaan (Kudeta) Internal PD, dari para Pendiri/Deklarator/Para Senior yang melahirkan serta membesar kan PD, dan kami sebagai Pendiri tidak bisa berdiam diri melihat trend PD yang semakin Anjlok.

Dengan demikian Bahwa jika KLB kami Gulirkan, dengan Menabrak AD/ART yang dibuat tanpa, pleno dan tidak melibatkan para Pendiri/Deklarator sehingga KLB itulah bagian dari Hak Kami sebagai Pendiri PD/Deklarator dan Senior, sekaligus kepedulian untuk membesar kan kembali PD sesuai Misi dan Visi.

Diharapkan jika KLB ini terjadi, Sangat diperlukan ke ikhlasan Dinasti Cikeas, dan berhenti lah membuat berita yang menjurus pada Playing Victim.

Disadari juga bahwa PD sulit terjual, jika melihat rekam jejak 10 th terakhir, karenanya membutuhkan Pemimpin Yang Feasible, Kredibel Terukur Dan Dapat Diukur, pak AHY harus sadar bahwa dari tangan pak SBY dan AHY hancur nya PD.

Artinya jangan memaksakan kehendak, dan tentunya tidak salahnya jika ada orang diluar sistim, yang dianggap bisa memimpin PD untuk kembali menjadi besar, kami adakan pendekatan untuk memimpin PD. Sebetulnya jika ini terjadi, SBY dan AHY bersyukur, bukan sebaliknya rasa takut yang berlebihan, lalu menggunakan Jurus Mabok, Tabrak Kiri Kanan dan Nyerempet ke ISTANA..?? ini sangat Blunder, dan menampakkan ketidak dewasaan sekaligus memperlihatkan kebodohan berjamaah.

Demikian catatan kecil ini dari Pendiri PD yang tercampak, oleh Dinasti Cikeas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *