Terhendus, dari Kepala Daerah Hingga Anak Pejabat dan Kontraktor di Duga Jadi Mafia Tambang Ilegal di Talugon

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, BOLTIM – Pasca di Police Line oleh Tipidter Mabes Polri beberapa hari yang lalu, lokasi lahan tambang ilegal Talugon milik RW dan Elo menimbulkan cerita baru. Di mana, sumber kuat saat ditemui mengungkapkan, jika Bak Siraman ukuran besar yang ada di lokasi tersebut, mendapat sokongan Dana dari tiga orang besar masing-masing RD, AM, dan AA. “RD merupakan anak pejabat Negara di Sulut, AM adalah kontraktor besar di Sulut, dan AA juga merupakan pejabat negara yang terpilih sebagai kepala daerah,” kata Sumber, yang tak ingin namanya dipublis, Jumat 12/02/2021.

Parahnya lagi, aktivitas Bak Siraman tersebut, tidak mengambil material di lokasi talugon. “Jadi jika ada yang bilang itu legal saya rasa salah besar. Karena materialnya berasa dari lokasi alason yang jelasnya lokasi tak ada ijin,” tegas Sumber.


Bahkan, sumber menambahkan, salah satu staf Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut turut mengawasi Bak Siraman tersebut. “Tiga orang ini merupakan Cukong yang mendanai Bak siraman ukuran besar itu, dan di awasi oleh staf dari DLH Provinsi Sulut,” bebernya.

Kepala Bidang Gakkum dan Peningkatan Kapasitas DLH Provinsi Arfan Basuki membantah jika dirinya terlibat dan turut mengawasi lokasi ilegal tersebut. “Saya hanya mengawasi apa yang ada di dalam KUD Nomongtang. untuk hal yang disebutkan itu bukan urusan saya, dan saya tidak mengetahuinya,” tukas Arfan, saat dikonfirmasi media ini.

Sayangnya, RW saat ingin dimintai konfirmasi, tidak memberikan jawaban atau tidak memberikan respon melalui via WhatsApp, hingga berita ini tayang.

 

Pewarta : CR07

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *