SE Bersama MenPANRB dan BKN moment tepat bersih-bersih ASN intoleran

  • Whatsapp
Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N

MITRAPOL.com, Bandung Jabar – Berdasarkan catatan dan penelusuran dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah ditemukan aliran dana dari oknum-oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Organisasi-organisasi terlarang seperti antara lain, Jamaah Islamiah (JI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), Ikhwanul Muslimin, Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan lain-lainya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo, saat Peresmian Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lamongan, Rabu (10/2/2021).

Sebelumnya Tjahjo dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Bersama tentang Larangan Bagi ASN untuk Berafiliasi dengan dan/atau Mendukung Organisasi Terlarang dan/atau Organisasi Kemasyarakatan yang Dicabut Status Badan Hukumnya.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N, mengatakan,”Hal ini jelas mengindikasikan bahwa Negara sudah tersusupi oleh orang-orang yang berfaham intoleran dan radikalisme,” ujarnya. Sabtu (13/2/2021).

Lanjut Abah Anton, sapaan akrab Irjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan,”Situasi ini menurut kami bukan hal yang sepele, tapi harus ada tindak lanjut yang tegas dan serius. Karena Keberadaan mereka itu jika dibiarkan akan jadi Duri dalam daging. Mereka adalah Penghianat bangsa karena jelas, Ormas-ormas terlarang tersebut telah dibubarkan dengan salah satu indikator utamanya, disamping bersikap radikal dan Intoleran, juga tidak mengakui, bahkan ” Menolak ” Pancasila , UUD 45. Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, dengan tujuan mereka hanya satu yakni, Mendirikan Negara Berdasarkan Agama, dengan konsep Khilafiah, Sebagmana kita ketahui bersama.”

Kemudian sebutan apa lagi yang lebih tepat kalau bukan sebagai “Penghianat Bangsa” jika dalam jiwa dan pikiran mereka saja ada Negara dalam Negara yang menolak NKRI, dan faham tersebut sudah berakar kuat dalam diri, pikiran dan jiwa mereka, sebagai sebuah ideologi yang tidak hanya sekedar ideologi, tapi sudah diikat kuat dengan keyakinan Aqidah Agama, sehingga sifatnya mengkristal kearah Fanatik, dimana sifat-sifat seperti ini sangat sulit untuk bisa disadarkan dan diluruskan, jika dilakukanpun perlu sebuah penanganan yang sangat khusus, tegas Abah Anton.

Untuk itu, Negara jangan ragu lagi untuk menindak dan mengeluarkan mereka, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Sesuai SE Bersama MENPAN dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara) pada tanggal, 25/02/ 2021, dan SE ini harus ada Action Plan yang jelas dan terukur, jangan hanya hangat-hangat tahi ayam, kami ingatkan, dengan sangat, dalam situasi dan kondisi seperti ini jangan dianggap main-main, karena sudah menyangkut keselamatan bangsa dan Negara, serta keselamatan masa depan NKRI, sebab kalau lengah sedikit saja, mereka akan terus berusaha menggerogoti, melemahkan Negara dengan segala cara dan dari berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik melalui Agama misalnya dengan munculnya kelompok-kelompok fanatik seperti, Takfiri, dan Khilafah yang intoleran, melalui Budaya yaitu dengan munculnya model King of the King, Sunda Empire, dan lain-lain, yang ingin membentuk sistem pemerintahan sendiri, Bidang Ekonomi, munculnya Pasar Muamalah Depok, Ekonomi Sar’i. Lingkungan Sosial, munculnya pengajian-pengajian ekslusif, di bidang Politik, dengan munculnya Partai-partai yang merasa paling benar dan Agamis. Penyusupan-penyusupan ini juga kita saksikan bersama dengan menerapkan pola sistem Cel, dan ini sudah, dan sedang berlangsung terus di dalam tubuh Negara kita.

Selanjutnya, moment pembubaran FPI yang kemudian ditindak lanjuti dengan Pengesahan SE bersama, Kami sebagai salah satu yang mewakili suara hati rakyat Indonesia yang masih cinta NKRI sangat berharap banyak kepada SE bersama ini “Jangan pernah dibiarkan kendor sedikitpun, harus di gass full terus tanpa kenal lelah”.

Makanya untuk memelihara dinamika tersebu, kami mengusulkan perlu dibentuk tim khusus yang berisi orang-orang yang Khusus pula, yang betul-betul setia dan militan, baik Ideologi maupun jiwa Nasionalismenya, serta punya semangat juang yang tidak kenal menyerah.

Karena kalau hanya diisi oleh orang-orang yang sembarangan, asal-asalan saja, Misi besar ini, tidak mungkin bisa berjalan, apalagi berhasil. Bukan kami pesimis, karena yang kita perangi kali ini adalah sebuah ideolgi yang sudah sangat berakar kuat, yang punya sifat fanatisme yang sangat tinggi pula, yang diisi oleh orang-orang yang militansinya sangat teruji, sehingga harus dilawan dengan “The A Team” yang special, yang punya Spirit, Iedologi, Kemampuan dan Semangat yang luar biasa pula.

Sekali lagi kami sangat berharap SE bersama ini bisa berjalan dengan Efektif dan bisa menjadi moment bagi Negara untuk betul-betul bisa bersih-bersih diri dari faham Intoleransi Radikalisme dan faham-faham yang anti Pancasila, secara tuntas sampai keakar-akarnya. Jangan kata ibaratnya kirim rekening, adanya kedekatan-kedekatan khusus para ASN ini saja dengan Tokoh-tokoh dan Aktivis Ormas Terlarang ini harus bisa menjadi indikasi khusus yang tidak boleh dibiarkan begitu saja berlalu.

Bukan lebay atau sok Kepo, tapi ini sebuah bentuk kewaspadaan lingkungan demi menyelamatkan Bangsa dan Negara, karena dengan situasi sekarang ini, begitu masifnya mereka menyusup keberbagai elemen masyarakat, terus terang saja, kita sendiripun jadi sering waswas dan bingung, penuh kecurigaan satu sama lain, karena istilah katanya, tidak jelas mana Kawan mana Lawan, seperti itulah kenyataan kondisi kami dilapangan, yang tentu saja harus kita waspadai bersama dan harus kita tindak lanjuti segera agar tidak terus berlarut-larut, karena kalau dibiarkan terus berlarut-larut, masyarakat dengan sendirinya secara otomatis akan terpecah belah, yang bisa saja ujungnya mengarah kepada Disintegrasi Bangsa, Tantangan yang harus kita jawab bersama, pungkasnya.

 

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *