DPW LSM LP2KP, minta pihak Kepolisian Tindak para Pelaku yang mencabut Policeline di Areal PETI

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Boltim – Langkah maju pihak Kepolisian untuk menindak para pelaku PETI di Bolaang Mongondow Raya (BMR) patut untuk di apresiasi.Apalagi yang berhasil ditindak dan dilakukan policeline adalah pelaku yang dikenal memiliki backingan kuat baik di Daerah maupun pusat.

Tindakan dan penegakan lembaga institusi kepolisian ini disambut bahagia LSM LP2KP Sulawesu Utara (Sulut),Rolandhy Mokoagow.Menurut Roland,aktifitas PETI di BMR sudah lama di kritis oleh berbagai LSM dan aktivis lingkungan,karena proses pengolahan yang dilakukan para mafia pertambangan ini tidak ramah lingkungan bahkan tidak mengantongi AMDAL.

“Apresiasi positif buat tim tipidter mabes Polri yang telah menindak para pelaku PETI di BMR.Tentunya ini langkah maju pihak kepolisian atas atensi seluruh LSM dan aktivis lingkungan agar kemudian para pelaku tidak semena-mena melakukan tindak pidana ilegal mining yang mengakibatkan kerusakan lingkungan”,ucap ketua DPW LSM LP2KP Sulut ke awak media mitrapol,minggu (14/2/2021).

Lanjutnya,Mokoagow juga mengingatkan semua pihak terutama Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) agar memantau aktifitas pertambangan di wilayah Talugon karena sudah di policeline.Jangan sampai,ada upaya pengrusakan policeline oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Wilayah talugon sudah di policeline oleh pihak tipidter Mabes Polri,jadi selaku sesama institusi,polres boltim wajib mengawal dan memantau titik-titik yang sudah ditindak tim mabes polri”,tegasnya.

Selanjutnya,Mokoagow membeberkan poin-poin pidana bilamana ada upaya pelaku PETI mencabut policeline yang ada di tempat.

“ Tindakan merusak atau membuka police line tersebut diikuti dengan merusak bekas-bekas kejahatan atau benda-benda yang digunakan untuk melakukan kejahatan sehingga polisi tidak bisa memeriksa kejahatan tersebut. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 221 ayat (1) angka 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana:

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:

1. barang siapa dengan sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan atau yang dituntut karena kejahatan, atau barang siapa memberi pertolongan kepadanya untuk menghindari penyidikan atau penahanan oleh pejabat kehakiman atau kepolisian, atau oleh orang lain yang menurut ketentuan undang-undang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi menjalankan jabatan kepolisian;

2. barang siapa setelah dilakukan suatu kejahatan dan dengan maksud untuk menutupinya, atau untuk menghalang-halangi atau mempersukar penyidikan atau penuntutannya, menghancurkan, menghilangkan, menyembunyikan benda-benda terhadap mana atau dengan mana kejahatan dilakukan atau bekas-bekas kejahatan lainnya, atau menariknya dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pejabat kehakiman atau kepolisian maupun oleh orang lain, yang menurut ketentuan undang-undang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi menjalankan jabatan kepolisian”,tutup Mokoagow.

Diketahui,daftar para pelaku PETI beserta dengan tempat aktifitasnya antara lain,GL alias Gusri bertempat di Desa Tungoi kecamatan Lolayan.AK alias Alken bertempat di Talugon Desa Lanut.EL alias Elo bertempat di Talugon Desa lanut.

 

Pewarta : CR07

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *