M. Jhony : Aceh Memang Beda, Pilkada Aceh Tetap 2022

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Utara  –  Menyambut Pilkada tahun mendatang, untuk Aceh harus menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Pusat. Sebab, Aceh memang beda. Hal ini disebabkan Aceh memiliki aturan khusus yang telah tertuang dalam sebuah UUPA setelah nota perjanjian damai antara GAM dan Pemerintah Republik Indonesia di Helsinki.

Oleh sebab itu, pilkada Aceh yang awalnya sudah dijadwalkan, dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang masih terjadi tarik ulur, dimana Komisis Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) menyuruh Komisi Indipenden Pemilihan (KIP) Aceh untuk menghentikan selagala tahapan pelaksanaan pilkada Aceh.

Hal ini dianggap oleh berbagai elemen di Aceh, sebagai pemaksaan pemerintah pusat untuk pilkada serentak ditahun 2024 mendatang, akan menghilangkan kekhususan Aceh.

Dimana pemerintah aceh yang memiliki Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) sebagai landasan hukum untuk dilaksanakanya Pilkada pada tahun 2022.

Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pase M. Jhony , Minggu (14/02/2021) mengatakan,  kita tetap berpegang terhadap kekhususan Aceh, artinya dalam kekhususan aceh masalah pilkada Aceh telah diatur, maka kita juga berharap kepada pemerintah pusat jangan mempermainkan perjanjian ini, kita berharap perjanjian ini menjadi perjanjian yang hakiki selamanya.

“Jangan sesudah menjadi konflik nanti baru diperbaiki, ini sangat kita sayangkan. Maka kita berharap pilkada tetap berlangsung sesuai dengan Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA),” jelas M Jhony.

Kita mengecam keras agar pelaksanaan pilkada tetap dilakukan pada tahun 2022. Jangan yang sudah ada pun, dihilangkan. Yang belum ada juga masih banyak belum diselesaikan. Maka jangan buat kami eks GAM jenuh menanti perjajian itu, malah satu persatu perjanjian itu diabaikan.

Menurutnya, ini sudah menjadi hal -hal berulang kali pemerintah pusat melakukan pengkhianatan perjanjian MoU Helsinki tersebut.

“Kita berharap kepada semua elemen yang ada di Aceh untuk mempertahankan kekhususan Aceh , karena kekhususan Aceh ini milik kita bersama bukan milik kelompok, dan ini marwah Aceh, dan semua elemen yang ada  di aceh wajib mempertahankan kekhususan yang sudah lahir di Aceh dengan pengorbanan yang sangat besar seluruh Rakyat Aceh,” ujar M Jhony

Maka kita semua harus bersatu melawan pihak -pihak yang ingin menghilangkan kekhususan Aceh, tutup M Jhony.

 

Pewarta : Malik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *