Distan Lebak Akui Program UPPO di Lebak belum Maksimal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten- Program Pengembangan Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) berupa Pengadaan Kerbau, Prasarana dan sarana pendukung lainnya, melalui Program FMSRB, yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat, melalui Pinjaman Modal dari Asia Depelovment Bank (ADB), Tahun Anggaran 2018 dan 2019. Hingga memasuki Tahun Anggaran 2020 dan 2021, Program tersebut belum menunjukan hasil yang maksimal. Hal ini terungkap dalam acara Audiensi Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, dengan Forum Komunikasi LSM Lebak, Senin, 15 Februari 2021, di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak.

“Hasil pantauan kami di beberapa titik Wilayah Kecamatan di Kabupaten Lebak, untuk Program Pengadaan UPPO yang dikelola oleh Kelompok Tani, penerima Program FMSRB, perlu dievaluasi kembali oleh pihak Kementerian Pertanian, karena kondisi di lapangan sangat jauh dari harapan” Ungkap Judin Sutisna, Kepala Bidang Ekonomi dan Koperasi, FK-LSM Lebak, disela-sela acara Audiensi.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Nana, tak menampik hal tersebut. Menurutnya, kendala yang dihadapi kelompok, disebabkan kendala pemasaran.

“Petani di kita, kadang-kadang untuk pupuk kompos yang dihasilkan, inginnya gratis, sehingga ini menjadi kendala bagi Kelompok tani yang mengelola Program UPPO”

Menurut Nana, untuk Tahun Anggaran 2020, Pengadaan UPPO, baik Program Konservasi Lahan maupun Optimalisasi Lahan FMSRB, di Kabupaten Lebak, dihilangkan.

“Jumlah Kelompok Tani yang mengelola Program UPPO pada Tahun Anggaran 2018 dan 2019, baru mencapai 7 Kelompok, dan pada Tahun Anggaran 2020, tidak dianggarkan, karena dianggap kurang berhasli,” terangnya.

 

Pewarta : Deden/Soleh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *