Pelaksana kegiatan “International Toba Kayak” didakwa dugaan korupsi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – International Toba Kayak Marathon 2017 di Kab. Toba Samosir terbelit dugaan korupsi, sebanyak 6 orang pelaksana kegiatan didakwa di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (15/2/2021).

Jaksa Penununtut Umum (JPU) Charles Hutabarat dkk yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-8 menyebutkan, keenam terdakwa dibagi dalam 3 berkas dakwaan.

Berkas pertama, terdakwa Ultri Sonlahir Simangunsong (51) Kadis Pariwisata dan Kebudayaan sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Toba Samosir, Sumatera Utara.

Kedua, terdakwa Herkules Butarbutar (44) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Sidodo Damero Tambun (39) dan Andika Lesmana (33) Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.

Berkas ketiga, terdakwa Shanty Saragih (47) sebagai pemilik CV. Citra Sopo Utama dan terdakwa Nora Tambunan (31) selaku Wakil Direktur CV. Citra Sopo Utama.

Menurut JPU dalam.persidangan dipimpin hakim ketua Immanuel Tarigan, para terdakwa merupakan yang melakukan atau menyuruh melakukan atau turut serta melakukan .

“Secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang  merugikan keuangan negara,” ungkap JPU.

Semula, International Toba Kayak Marathon dengan tema “Kayaking On The Top Of Toba Supervulcano” dilaksanakan tanggal 28 Juli 2017 s/d  30 Juli 2017.

Namun adanya keterbatasan anggaran, ditunda menjadi tanggal 24 sampai dengan 26 November 2017, di Balige-Marom-Situmurum Kab. Toba Samosir.

Kemudian terdakwa Ultri, selaku PPK  meminta  agar pekerjaan pengadaan kayak dilaksanakan oleh Shanty Saragih, pemilik CV. Citra Sopo Utama.

Lalu Nora Tambunan selaku Wakil Direktur II CV. Citra Sopo Utama menandatangani kontrak, masa pelaksanaan 60 hari dengan nilai Rp 199 juta.

Kacaunya, dalam.pelaksanaan Nora Tambunan tidak pernah dilibatkan dalam pembelian kayak, bahkan dia tidak pernah melihat peralatan kayak.

Uniknya lagi, setelah pencairan, Nora langsung menyerahkan uang kepada Shanty Saragih, namun kayak yang dihadirkan merupakan pinjaman dari Ketua Paddler Sumut Carles Simson Panjaitan.

Meski Shanty  dan Nora tidak pernah membeli kayak, namun tetap meminta Ultri Sonlahir Simangunsong selaiu PPK untuk melaksanakan pemeriksaan hasil pekerjaan

Lalu, Ultri menyurati Tim  PPHP, Siodo Damero Tambun selaku Ketua dan Andika Lesmana selaku Sekretaris, kemudian menerbitkan berita acara serah terima pekerjaan;

Meski terjadi perdebatan saat serah terima pekerjaan, namun terdakwa Ultri selaku PPK tetap menandatangani berita acara serah terima pekerjaan.

Lebih lanjut, tanggal 15 Desember 2017, Ultri Sonlahir Simangunsong  menyuruh saksi Sahat Butar-butar ke kantor PT. Inalum untuk mengambil dana bantuan secara tunai sebesar Rp. 50.juta.

Lantas, dana tersebut diberikan kepada Shanty Saragih sebesar Rp 10 juta dan sisanya Rp 40 juta disimpan saksi Sahat Butar-Butar atas perintah Ultri Sonlahir Simangunsong

Lebih lanjut, Carles Simson Panjaitan selaku Ketua Panitia Internasional Toba Kayak Marathon mengajukan proposal kepada Bank Sumut.

Tanggal 23 Nopember 2017 Bank Sumut mentransfer dana ke rekening Paddler Sumut sebesar Rp. 107.500.000, Lalu, dua utusan Bank Sumut datang lokasi Pantai Lumban Bul-Bul untuk memantau kegiatan.

Carles Simson Panjaitan bersama Shanty Saragih malah menunjukkan 5 unit Kayak dari Malaysia, seolah-olah pembelian menggunakan dana Bank Sumut . Lalu pihak Bank Sumut menempelkan stiker logo Bank Sumut kepada 5 kayak tersebut.

Hasil perhitungan BPKP Sumut, pencairan dari SP2D sebesar Rp 199 juta ditambah bantuan sponsor Rp 157 juta, dipotong pajak Rp. 21.709.091, kerugian negara Rp 334.790.909,.

Para terdakwa diancam Pasal 2 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *