Vaksin COVID-19 Aman dan Halal, Ketua MUI Mimika serukan Umat Islam untuk divaksinasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Papua, H.Muh Amin Ar. S.Ag,.S.Pdi menyerukan kepada umat Islam di Mimika untuk mengikuti program penyuntikan vaksin COVID-19.

Langkah ini perlu dilakukan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar agar terhindar dari wabah penyakit virus Corona.

“Saya berharap umat Islam secara keseluruhan mengikuti vaksinasi COVID-19 dan tidak dibebani dengan pemikiran yang kurang baik,” kata Amin di Gedung Tongkonan, Jalan Samratulangi Kota Timika, pasca mengikuti penyuntikan vaksin tahap ke-dua pada Selasa, (16/2/21).

Ustad Amin meyakinkan bahwa vaksin asal Tiongkok itu sangat aman digunakan dan telah bersertifikasi Halal.

“Hari ini saya ikuti penyuntikan (vaksinasi COVID-19-red) untuk ke-dua kalinya. Dari tahap pertama vaksinasi sampai saat ini saya tidak mengalami gejala apapun,” terangnya.

Pada prinsipnya kata dia, vaksin COVID-19 tidak berbahaya. “Ini adalah ikhtiar yang baik dari pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari pandemi COVID-19. Jadi umat Islam jangan ragu dan takut untuk ikut vaksin,” Jelasnya.

Ditegaskan, umat Islam di Timika saat ini tengah bersiap untuk divaksinasi COVID-19.

“Kita sudah mensosialisasikan vaksin COVID-19 ke Masjid-Masjid dan kelompok-kelompok pengajian. Pada prinsipnya mereka tinggal menunggu kapan giliran vaksinasi untuk umum. Jadi sebenarnya umat islam sudah siap divaksinasi,” ujar Ketua MUI Mimika.

Tokoh Islam di Kabupaten Mimika ini juga mengingatkan masyarakat agar tetap mentaati protokol kesehatan dengan cara memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak fisik.

Untuk diketahui, Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan pada Selasa (16/2/21) telah menggelar vaksinasi massal COVID-19 terhadap tenaga Kesehatan di Mimika berlangsung di Gedung Tongkonan, Jalan Samratulangi, Timika.

Dalam pelaksanaannya, penyelenggara menyisir para tenaga kesehatan yang terdata sama sekali belum mengikuti penyuntikan vaksin COVID-19 yang sudah berjalan kurang lebih dua pekan di Timika khusus bagi tenaga kesehatan.

Pelaksanaan vaksinasi mengusung tema “Dengan menggunakan vaksin yang halal dan aman sa dan ko terlindungi dari virus COVID-19”.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meyakinkan dengan mengumumkan bahwa penggunaan vaksin Sinovac dinyatakan aman dengan efikasi atau tingkat kemanjuran 65,3 persen.

Selain itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat juga telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan vaksin buatan Sinovac halal dan suci baik secara bahan maupun proses.

 

 

Reporter : AQM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *