Berbagai keanehan muncul pada PD di 15 Tahun terakhir

  • Whatsapp

Oleh : Hencky Luntungan Pendiri, Deklarator dan Formatur Partai Demokrat

Sebagai Pendiri PD, telah Merencanakan, Mengorgisir, Menjalan dan saatnya Mengontrol.

1. Kongres PD di Bali 2005, dilakukan saat SBY menjadi Presiden, melahirkan Hadi Utomo sebagai Ketum dan M A Sekjen. Menggeser Prof. Budhi secara paksa dalam tekanan mental dan Politik melalui Kongres yang penuh deviasi dalam Paripurna.

2. Kongres Bandung, sama juga dimana Ketum Anas dan Ibas putra SBY Sekjen

3. Kongres Surabaya lebih kasar lagi, SBY Ketum dan HP Sekjen

4. Kongres Jakarta Kasar dan Brutal, dipaksa AHY menjadi “Calon Tunggal” tanpa ada calon yang lain, Pintu PD ditutup bagi yang lain.

20 tahun PD berdiri dan semakin seksi, saat remaja sampai saat ini.

Namun dimasa remaja saat Kroni Cikeas berupaya mengambil alih (Kudeta) yang masif dan terstruktur pada PD, dan digiring menjadi tempat Prostitusi Politik, dengan berupaya Merubah dan Menghilangkan Sejarah Berdirinya PD, sehingga wajah yang cerah semakin pudar meski tetap cantik dan Seksi walaupun Tercela.

Semuanya terjadi disaat Kroni Cikeas Mengintervensi.

Di dua periode terakhir, benar benar PD tercampak di lembah Kehancuran, yakni saat SBY dan AHY menjadi Ketum.

Hal ini salah satu dampak dimana sejarah PD dilupakan dan Korupsi personil PD, terbesar dari seluruh institusi politik di era SBY.

Sungguh ironis, sejak 10 tahun terakhir, sebagian Pendiri PD meminta SBY untuk berani membuka diri dan membebaskan PD menjadi Partai Terbuka bukan Partai Dinasti, tapi SBY lebih mementingkan Keluarga, lalu dengan kasar Meninggalkan Pendiri, dan para senior PD, dengan alasan Milenial dibawah pimpinan AHY sebagai Mahaputra.

Alhasil PD hancur, dan sebaga Pendiri PD, kami berkewajiban memberikan Kritik Konstruktif tanpa Kebencian dan Dendam Pribadi.

Kami pahami bahwa AHY terlalu prematur untuk memimpin PD, yang pernah besar dan belum tertandingi, meski hancur ketika di Intervensi Dinasti Cikeas.

Sejak awal, kami meminta untuk mengadakan Silaturahmi Nasional, dengan menghimpun para Pendiri PD, Orang lama dan baru untuk mencari Solusi tanpa Dendam Pribadi.

Usulan ini pun tidak ditanggapi bahkan menciptakan konflik internal, dengan melibatkan orang-orang baru yang tidak tau sejarah PD serta politik Praktis dan menjurus kepada Playing Victim, serta menggunakan Jurus Mabok, Menghajar orang luar dan para senior melalui Isu Kudeta .

Sungguh Blunder dan menepuk air di dulang, yang basah muka sendiri akhirnya ditelanjangi, semua aib terbuka dan di buka.

Sebagai Pendiri PD, mengharapkan adanya pergantian pemimpin melalui mekanis PD, yang damai, dan jangan pernah takut kalah dan kehilangan jabatan, silahkan digelar Kongres Luar Biasa terbuka, bagi siapa saja baik Pendatang Baru yang dianggap Kredibel maupun orang lama dalam upaya mengembalikan kejayaan PD.

Demikian #DAMAI ITU INDAH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *