Dipecat Sepihak 3 Perangkat Desa Gugat PJ Sangadi Bakida Ke PTUN Manado

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, BolSel – Perangkat Desa adalah jabatan yang diperoleh lewat tahapan seleksi dengan berdasarkan pada ketentuan UU Desa No 6 Tahun 2014 dan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 atau yang diubah menjadi Permendagri Nomor 67 Tahun 2017, yang seharusnya dalam Mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku,

Berbeda dengan yang terjadi dengan 3 perangkat Desa yang berada Di kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Kecamatan Helumo Desa Bakida dimana ketiga perangkat desa yakni Muhamad Rizal mooduto Jabatan (sekdes), Perlin kuku Jabatan (kaur keuangan),Syadarudin kadullah Jabatan (kepala seksi pemerintahan) diberhentikan Sepihak oleh Penjabat Sangadi Desa Bakida yakni Suharto Jubair Ente, Selasa 16-Feb-2021,

Karna keberatan ketiga Perangkat Desa tersebut Menggugat Penjabat Sangadi Bakida ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado lewat Kuasa Hukum Rosiko Hadi SH, hal tersebut berdasarkan penyampaian Kepala Kantor Penghubung Advokad dan Konsultan Hukum Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Halilintar Kadullah S.Ikom, dia menyebutkan bahwa ketiga perangkat desa tersebut meminta bantuan Hukum ke kantor Penghubung Advokad dan konsultan Hukum Kabupaten Bol-Sel, dan saat ini dikuasakan kepada Rosiko Hadi SH,

“Ketiga perangkat desa datang ke Kantor Penghubung meminta bantuan hukum karna diberhentikan Sepihak oleh sangadi Bakida,” tutur Halin sapaan akrab,

Bahkan dalam kasus ini gugatan tersebut telah di daftarkan tanggal 11 Februari 2021, karena sebelumnya telah dilayangkan surat keberatan kepada Penjabat Sangadi Desa Bakida Kecamatan Helumo Kabupaten Bol-Sel namun hingga 10 hari tidak ada balasan serta jawaban atas surat keberatan yang kami layangkan
“kami sudah membuat surat keberatan kepada PJ Sangadi Bakida namun sampai 10 Hari tidak ada balasan, sehingga kami telah mendaftarkan gugatan ke PTUN Manado,” tegas Dia,

Sementara itu Penjabat Sangadi Bakida Suharto Jubair Ente, saat di konfirmasi lewat Via Telepon pada pukul 13.00 wita 16-Feb-2021 dengan nomor +62852-8169-6xxx mengatakan belum punya waktu menjelaskan terkait kasus tersebut sembari mematikan Telepon, “Terkait kasus itu, nanti saja saya mojelaskan,” kunci Sangadi sembari mematikan Telepon seluler.

 

Pewarta : Cr07

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *