Perkara ITE, Hakim pertanyakan hubungan saksi korban dengan suami terdakwa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Sidang lanjutan perkara pencemaran nama baik lewat medsos (media sosial) atas nama terdakwa Marianty (41) warga Jalan Timor Medan berjalan ‘panas’.

Persidangan di ruang Cakra-9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (16/2/2021), beragendakan mendengar keterangan saksi korban Pinktjoe Josielynn.

Dalam persidangan dipimpin hakim ketua Denny L. Tobing itu, saksi korban dicecar masalah hubungan pribadinya dengan suami terdakwa.

Semula, Pinktjoe Josielynn menjelaskan, memiliki hubungan bisnis dengan suami terdakwa, yakni bisnis bahan bangunan.

“Bagaimana kalau misalnya terdakwa punya alat bukti bahwa kamu ada hubungan spesial dengan suaminya,” tanya hakim anggota Merry Dona.

Saksi korban  kembali menegaskan, tidak memiliki hubungan istimewa dengan suami terdakwa, hanya sebatas hubungan bisnis.

Ujungnya, saksi korban terdiam, saat Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Advokat Leden Simangunsong memperlihatkan foto di HP, saat saksi korban berduaan dengan suami terdakwa.

Lebih lanjut, menjawab pertanyaan JPU Dwi Meily Nova dari Kejati Sumut, saksi korban mengaku sangat keberatan dengan postingan terdakwa yang menyebutkan dirinya perebut laki orang (pelakor).

Saksi korban menjelaskan, mengetahui postingan terdakwa dari temannya bernama Rani, tanggal 9 Maret 2020.

Tindak lanjutnya, saksi korban meminta bantuan pengacaranya untuk mencari tahu siapa yang membuat postingan tersebut.

Dalam.perkara ini, terdakwa Marianty diancam pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *