Kapolri Tegaskan Tak Ada Toleransi Bagi Anggota Terlibat Narkoba

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Kompol Yuni Purwanto Kusuma Dewi telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Astanaanyar karena terlibat narkoba. Kapolri juga menegasikan tidak ada toleransi untuk anggota terlibat penyalahgunaan tersebut.

“Kalau terkait anggota yang melakukan pelanggaran saya kira jelas kita tidak pernah ada toleransi, kita tindak tegas,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jumat (19/2/2021).

Kapolri mengatakan akan ada dua sanksi yang diterapkan kepada Kompol Yuni. Salah satunya sanksi pidana. Program Polri akan memproses kasus tersebut.

“Aturannya ada, aturannya di internal dari propam juga ada, pidana juga ada,” ujarnya.

Baca Juga : hadiri-dies-natalis-hmi-ke-74-kapolri-kita-butuh-bersatu-melawan-covid-19

Kompol Yuni dan 11 anggota Polsek Astanaanyar terbukti terlibat narkoba. Meskipun tidak ada barang bukti narkoba, hasil tes urine Kompol Yuni positif Narkoba.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri menyatakan Kompol Yuni telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Astanaanyar, kemarin.

“Kepada yang bersangkutan tentunya, kemarin sudah dilakukan pencopotan dari jabatannya sebagai Kapolsek selanjutnya bersama-sama dengan anggota lain yang terlibat kita terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan,” kata Dofiri kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung.

Baca Juga : komisi-iii-dpr-ri-apresiasi-capaian-polda-lampung-dalam-menegakkan-dan-mengamankan-provinsi-lampung

“Kalau memang hal itu benar dan bukti menunjukkan bahwa memang ada keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba, tentunya kita akan melakukan tindakan tegas,” lanjutnya.

Soal sanksi, Dofiri menganut pada pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut dia, sesuai dengan pesan Kapolri, anggota yang terlibat narkoba terancam pemecatan hingga proses pidana.

“Jadi dua pilihannya tadi, dipecat atau dipidanakan. Jadi sangat jelas sekali tindakan kita terhadap anggota yang melakukan pelanggaran tadi. Bisa juga dua-duanya tergantung kesalahannya nanti ya, kita lihat,” tuturnya.

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *