Awas! Jembatan di Desa Kadurahayu Kondisinya Sudah Rapuh dan Reyot

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Jembatan lintas desa dengan panjang 16 meter dan lebar 3 meter, yang menghubungkan Desa Kadurahayu Kecamatan Bojongmanik kabupaten Lebak Provinsi Banten menuju Desa Badur Kecamatan Cirinten dan pasar Gunung kencana sungguh memperihatinkan.

“Kemudian dalam keadaan darurat, perlu ada sentuhan dari Pemerintah Daerah maupun Provinsi,” ungkap Kepala Desa Kadurahayu Asma Sutisna SPd ke mitrapol.com di ruang kerjanya, Sabtu (20/2/2021)

Asma Sutisna juga menjelaskan, jembatan ini satu satunya jalan lintas alternatif dari arah Kecamatan Bojongmanik menuju pasar Gunungkencana maupun ke pusat ibu kota yaitu Kota Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

“Dari tahun ke tahun yang sudah didata serta diukur dinas terkait yaitu PUPR Kabupaten Lebak, tapi sayang sampai saat ini belum direalisasikan juga,” katanya.

Padahal, menurut Kepala Desa Kadurahayu, jembatan ini, satu-satunya yang di lalui warga yang dekat menuju pasar dan sekolah.

Selain warga Desa Kadurahayu juga warga sekitar menggunakan jembatan ini, setiap hari untuk menopang roda perkonomian masyarakat demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan berbelanja ke arah pasar Badur maupun ke pasar Gunung kencana dan juga lintas anak sekolah yang melanjutkan ke tingakat SMU/SMK ke Kecamatan Cirinten maupun ke Kecamatan Gunung kencana.

Asma Sutisna juga menganggap jembatan ini sudah tidak layak lagi dipakai, kalau dibiarkan nanti warga dikhawatirkan ada yang celaka.

“Selain fisik jembatan ini sudah rapuh, tua dan berkarat juga sudah goyang serta tiang penyangganya sudah retak,” ujarnya.

“Sudah beberapa kali menghadap dan menyampaikan ke Dinas PUPR, tanggapannya selalu, ‘Ya nanti di usahakan, sampai kini belum direalisasikan juga,” pungkas Asma Sutisna, SP d Kades Kadurahayu.

 

Pewarta : A4N

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *