Banding ditolak, terdakwa tetap dihukum 10 tahun penjara, terkait kerugian Bank Sumut Rp 202 milyar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Pengadilan Tinggi (PT) Medan menolak banding yang diajukan Maulana Akhyar Lubis, mantan Pemimpin Divisi Tresuri PT Bank Sumut dan Andri Irvandi selaku Direktur Kapital Market PT MNC Sekuritas.

Keduanya tetap dihukum masing-masing 10 tahun penjara, karena terbukti melakukan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang dalam pembelian surat berharga Medium Trem Notes (MTN ) PT Suprima Nusantara, yang merugikan Bank Sumut Rp 202 milyar.

Awalnya, keduanya divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan masing-masing selama 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Namun, dalam putusan nomor: 29 dan 30/Pid.Sus-TPK/2020/PT MDN tertanggal 11 Februari 2021, PT Medan merubah denda kedua terdakwa menjadi masing-masing Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Merubah, putusan Pengadilan Negeri Medan yang dimohonkan banding tersebut sekedar tentang besarnya jumlah denda yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa,” tandas hakim ketua, Erwin Mangatas Malau seperti yang dikutip dari website PT Medan, Senin (22/2/2021).

Majelis Hakim Tinggi yang beranggotakan Linton Sirait dan Sazili juga menghukum terdakwa Maulana Akhyar Lubis untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 514.000.000.

Dengan ketentuan, jika terdakwa tidak sanggup membayar dalam waktu satu bulan, setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita.

“Apabila harta kekayaannya tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama dua tahun,” urai Erwin.

Sedangkan terdakwa Andri Irvandi dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1.286.750.000. Apabila tidak membayar dan harta kekayaan tidak mencukupi, maka diganti dengan 3 tahun penjara.

Kasus ini disebut bermula saat PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) mengalami kesulitan keuangan pada 2017.

PT SNP kemudian melakukan penjualan surat berharga berupa Medium Term Notes (MTN) pada 2017.

Dalam penjualan MTN tersebut, Donni Satria selaku Direktur Utama PT SNP melakukan negosiasi dengan pihak MNC Sekuritas, termasuk Andri Irvandi.

Kerjasama itu berupa penyusunan dokumen yang diperlukan untuk penerbitan MTN. Setelah dokumen lengkap dan MTN terbit, maka Andri melakukan penawaran kepada Maulana.

Nantinya, Dana Bank Sumut melalui Maulana akan digunakan atau diinvestasikan dengan cara membeli surat berharga MTN yang diterbitkan oleh PT SNP.

Lalu, Maulana mengarahkan agar Bank Sumut membeli MTN. Kacaunya, dalam pembelian MTN itu, tanpa proses analisa perusahaan, sehingga terjadi gagal bayar, karena PT SNP dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Hal tersebut menyebabkan kerugian negara atau Bank Sumut sebesar Rp 177 milyar, ditambah bunga pinjaman menjadi Rp 202 milyar.

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *