Mulut Seorang Bidan di Puskesmas Tepeleo Diduga Bengkok Saat di Suntik Vaksin

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Seorang Bidan yang bertugas di Puskesmas Tepeleo Kecamatan, Patani Utara, Halmahera Tengah (Halteng), mengalami kelumpuhan wajah saat di suntik Vaksin oleh petugas kesehatan setempat.

Sebut saja LT, wanita asal Desa Tepeleo ini di kabarkan akan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Ternate dari Puskesmas tempat dirinya bertugas.

Informasi yang dihimpun kru media ini, bermula pada saat para tenaga kesehatan di Puskesmas Tepeleo yang masuk kelompok prioritas melakukan suntikan vaksin Covid-19 pada tanggal 16 – 18 Februari kemarin.

Hal ini merujuk pada program vaksinasi nasional di Indonesia yang telah dimulai sejak 13 Januari 2021 kemarin.

Sehingga para petugas kesehatan mendapatkan jatah vaksinasi tahap awal, diikuti petugas publik esensial.

LT adalah korban pertama di Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara yang mengalami kelumpuhan wajah (Mulut bengkok).

Kejadian ini sempat membuat warga Desa Tepeleo panik. Dan konon katanya, orang tua LT bersama petugas Puskesmas cekcok saat melihat kondisi LT tersebut.

“Ada teman saya namanya LT, mulutnya bengkok saat di suntik Vaksin kemarin. Tolong jangan bilang-bilang orang ya, soalnya kami di suruh untuk merahasiakanya,” ungkap seseorang Narasumber yang enggan disebut namanya, Senin (22/2/2021).

Mendengar kejadian itu, kru media ini langsung menghubungi petugas kesehatan setempat. Parahnya, setelah di konfirmasi, nomor kontak kru media ini di blokir dan terkesan menyembunyikan kejadiannya.

Tak sampai disitu, ketika kru media ini mendapat informasi bahwa LT akan dibawah ke RSUD Weda, upaya klarifikasi terus dilakukan untuk mendapat informasi yang Valid.

Sesampainya di Kota Weda, kru media ini terus melakukan upaya klarifikasi. Namun lagi-lagi pihak keluarga tidak mau memberikan keterangan.

“Sebelum LT disuntik Vaksin Covid 19, dia sempat berantem dengan kelurga dan dia tinggal di rumah keluarganya/saudara,” kata Narasumber kru media ini.

“Kemudian korban di suntik hari Selasa. Setelah dua hari disuntik, ada kelainan di mulut LT. Padahal sebelum disuntik Vaksin korban tidak mengalami kelainan itu,” sambunya.

Untuk di ketahui, melalui salah seorang keluarga korban, kejadian ini di benarkan oleh ibu LT.

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *