Disangka tipu Anggota DPR-RI, Halim Wijaya dituntut 3 tahun 8 bulan penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Disangka telah melakukan penipuan terhadap Rudi Hartono Bangun Anggota DPR-RI dari Fraksi Nasdem, terdakwa Halim Wijaya (41), dituntut 3 tahun 8 bulan penjara.

Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina dalam persidangan di ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (23/2/2021).

Disebutkan, terdakwa bersama-sama dengan Siska Sari W.Maulidhina telah melakukan tipu muslihat dan kebohongan sehingga merugikan saksi korban sebesar Rp 4 milyar lebih.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Halim Wijaya selama 3 tahun 8 bulan,” papar JPU .

Ditambahkan, perbuatan terdakwa telah merugikan korban secara materil dan korban merupakan pejabat negara, sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, tandas JPU.

Usai pembacaan nota tuntutan, majelis hakim diketuai Mery Donna menunda persidangan hingga Selasa depan, dengan agenda mendengar pledoi (nota belaan) Penasehat hukum terdakwa, Simon Sihombing SH dan Ria Aventa Tarigan SH.

Sementara, terkait perkara yang sama, JPU Rahmi Shafrina juga menyidangkan terdakwa Siska Sari W. Maulidhina alias Siska (33) dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dalam persidang virtual di ruang Cakra VII, dipimpin hakim ketua Tengku Oyong, JPU dari Kejati Sumut ini mengatakan, semula 2015 terdakwa Siska berkenalan dengan saksi korban Rudi Hartono Bangun.yang berlanjut saling komunikasi via WattsApp.

Setahun kemudian, terdakwa mulai bercerita tentang ilmu ghaib, indigo, bahkan terdakwa  menyebutkan jika kakek buyutnya menikah dengan Ratu Pantai Selatan.

Pada Februari 2017, Siska menyampaikan bahwa Rudi sedang diincar oleh KPK untuk menjadi target OTT.

“Kesalahannya apa saya ? Coba bacakan kalau jin itu bisa ngelihat enam item kesalahan saya itu,” tanya Rudi.

Beberapa hari kemudian, Rudi diajak bertemu oleh Siska di Hotel Four Point Jalan Gatot Subroto Medan.

Saat itu, Siska menyampaikan, Ratu Pantai Selatan ingin bertemu dengan Rudi. Lalu, Rudi masuk ke kamar hotel berdua dengan Siska untuk melakukan ritual.

“Tiba-tiba, Siska tersentak dan membuka matanya dan berkata dengan logat jawa ‘Ini aku, Uti. Apa kabar Di ?’. Korban menjawab ‘Iya Uti, sehat’.

Lalu, Siska yang seolah-olah kerasukan berkata ‘Hati-hati kamu, memang kamu lagi diincar’.

Korban bertanya ‘Bagaimana supaya aman ?’. Siska menjawab ‘Nanti kutanya sama kuyutnya, dia punya jin-jin yang bisa bantu’. Tidak berapa lama, Siska tersentak dan tertidur seperti pingsan,” terang JPU.

Selang beberapa hari, Siska menelpon Rudi dan berkata, jin-jin anak buahnya bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Syaratnya, harus ada bayi merah baru lahir yang jadi tumbal, namun Rudi bingung, kemana harus dicari tumbal tersebut.

Lebih lanjut, Siska mengatakan tumbal bisa diganti dengan ayam hitam yang bisa dibeli di Tanjung Morawa, harganya Rp 7 juta perekor.

“Korban diminta untuk mengirimkan uang ke rekening Bank BCA milik Halim Wijaya yang merupakan teman baik Siska,” ungkap JPU.

Seminggu kemudian, Siska kembali menelpon Rudi dan mengatakan akan ada tiga orang lagi yang datang.

Rudi kembali diminta mengirimkan uang untuk membeli ayam hitam. Dengan tujuan sama yaitu untuk ritual jin yang akan mencegah KPK.

Beberapa minggu kemudian, korban kembali mengirimkan sejumlah uang ke rekening milik Siska.

“ Terkait ritual itu, Siska meminta uang sebanyak 10 kali. Sampai Maret 2018, Rudi selalu diminta oleh Siska untuk mengirimkan sejumlah uang dengan alasan sama,” cetus JPU.

Setelah kehabisan uang, Rudi menjualkan satu unit mobil Toyota Land Cruiser Nopol BK 1000 GI warna hitam dengan harga Rp 800 juta. Selain itu, Rudi juga meminjam uang Rp 1,3 milyar dengan jaminan BPKB mobil.

Sekitar Mei 2018, Rudi mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Lalu, Rudi menemui alim ulama dan bercerita tentang masalahnya. Alim ulama tersebut mengatakan, Rudi sudah dibodohi dan ditipu.

Lebih lanjut, Rudi secara baik-baik mencoba meminta Siska untuk mengembalikan uangnya, namun Siska malah marah.

Sekitar Agustus 2019, Siska memblokir telpon Rudi hingga dia melaporkan perbuatan Siska ke pihak yang berwajib. “Akibat perbuatan terdakwa, Rudi Hartono Bangun merugi Rp 4.022.650.000,” pungkas JPU.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *