Warga Tsingwarop galang dana bantu FPHS

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Warga masyarakat pemilik hak sulung area tambang emas Freeport yang tersebar di tiga kampung yakni Tsinga, Wa-Banti, dan Arwanop (Tsingwarop) Kabupaten Mimika, Papua melakukan penggalangan dana secara adat dan tradisi.

Pengumpulan dana secara adat atau lebih dikenal buka alas tikar sebagai bentuk dukungan perjuangan Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) dalam segala aspek termasuk mengawal pembagian porsi 4 persen saham Freeport.

Kegiatan alas tikar diselingi dengan upacara bakar batu berlangsung di Honai FPHS, Jalan C Heatubun, Kwamki Baru, Rabu (24/2).

Sekretaris II FPHS, Elfinus Omaleng menyebutkan bahwa dana yang terkumpul nantinya digunakan untuk mendukung perjuangan FPHS yang tercatat sudah berjalan selama lima tahun.

“Ini adalah bentuk dukungan atas perjuangan FPHS yang sudah berdiri selama lima tahun. Kami selama ini berdiri sendiri tanpa sentuhan dari pemerintah termasuk pihak lain,” kata Elfinus.

Dijelaskan, pembagian porsi 4 persen diperuntukkan bagi pemilik hak Ulayat gunung emas tersebut dan sudah diketahui oleh Presiden Joko Widodo, Kementerian terkait dan pihak Kedutaan Besar Amerika di Indonesia.

“Jadi sekarang sudah penentuan dan ditentukan 10 persen dengan pembagian 3 persen untuk provinsi, 3 persen untuk Pemkab Mimika dan 4 persen untuk pemilik hak sulung,” terangnya.

Disamping itu, Martha Natkime selaku tokoh perempuan Tsingwarop, meminta kepada Pemkab Mimika dan DPRD Mimika agar mendukung pemberian saham 4 persen kepada pemilik hak Ulayat.

”Selama ini Bupati dan DPRD Mimika tidak mendukung dan tidak membantu perjuangan kami. Oleh sebab itu, sekarang masyarakat adat minta dukungannya karena itu adalah hak kami,” ujarnya.

Kepala Suku Besar Tsingwarop, Stefanus Kulla menghimbau agar tidak boleh ada yang mengganggu porsi saham 4 persen yang sudah menjadi milik hak Ulayat.

”Tidak boleh ada lagi yang merampas dan mencuri hak kami. Harus diserahkan kepada FPHS, karena FPHS adalah perjuangan kami,” tegasnya.

Selain itu, Dominggus Natkime selaku Kepala Suku Tsingwarop meminta supaya porsi saham 4 persen itu saatnya diserahkan langsung kepada masyarkat pemilik hak sulung tiga kampung.

”Uang sudah ada, tinggal diserahkan kepada kami, tidak perlu melalui siapapun, karena nanti tidak pernah sampai kepada kami masyarakat. Kami tidak mau seperti dana OTSUS yang begitu besar diturunkan tapi tidak tau barangnya ada dimana,” tutupnya.

 

Reporter : AQM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *