1.100 hektar lahan perkebunan dipatok warga asal Terbanggibesar Lampung Tengah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Tengah – Mengklaim sebagai tanah adat, namun diserobot PT Tunas Baru Lampung (TBL), warga tiga kampung asal KecamatanTerbanggibesar, Lampung Tengah, mematok lahan perkebunan seluas 1.100 hektar, Kamis (25/2/21).

Pematokan lahan melibatkan ratusan warga Kampung Terbanggibesar, Lempuyang Bandar, dan Indraputra Subing. Warga berkendara motor dari titik kumpul Terbanggibesar menuju tanah sengketa berupa perkebunan Tebu di sebelah Timur dan Utara kampung.

Warga adat nekat mematok lahan sengketa karena upaya mediasi tidak mendapatkan respon dari PT TBL. Lahan sengketa seluas 1.400 hektar diklaim sebagai tanah adat, namun diserobot perusahaan perkebunan Grup Bumi Waras.

Muas Hasan, perwakilan warga Terbanggibesar, Lempuyang Bandar, dan Indraputra Subing mengatakan, tuntutan pengembalian tanah adat mencuat sejak 2005, namun upaya penyelesaian dan mediasi dengan perusahaan maupun pemerintah tidak mendapatkan solusi.

Pematokan lahan sengketa dibarengi orasi Tokoh Pemuda Terbanggibesar, Wawan yang menyebutkan bahwa pematokan lahan berdasarkan fakta, data, dan saksi hidup.

Namun dalam hal ini aparat kepolisian berjanji kepada kami akan mengupayakan mediasi dengan perusahaan PT TBL dan pemerintah selambat-lambatnya sampai akhir pekan ini.

Wawan berharap kepada aparat penegak hukum, dan Pemerintah mentaati aturan dari dari pusat untuk menumpas habis mafiah tanah.

 

 

Pewarta : Lami

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *