Diduga Bupati Tapteng Selama 10 Tahun Terima Fee Proyek

  • Whatsapp
Foto lokasi tanah yang diberikan Monang Silitonga kepada Drs. Tuani Lumbantobing sebagai Fee Proyek di jalan Dr. FL. Tobing arah bandara udara pinangsori

MITRAPOL.com, Tapanuli Tengah – Selama 10 tahun Drs. Tuani Lumbantobing Bupati Tapanuli Tengah (2000-2011) diduga selalu menerima Fee dari setiap kontraktor yang mengerjakan pelaksanaan proyek pembangunan yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Untuk memuluskan atau cara penerimaan setiap Fee proyek tersebut Drs. Tuani Lumbantobing melibatkan orang dekatnya termasuk ajudanya sendiri Tasrip Tarihoran, seperti misalnya penerimaan Fee Proyek pekerjaan pembangunan Embarkasi Haji di jalan Dr. F.L Tobing dekat Bandara Udara Pinangsori, Tapanuli Tengah, dimana Fee proyek tersebut diterima dengan bentuk aktifa tetap (tanah) yang potensial seluas 20.000 meter persegi dari seorang tokoh masyarakat yang juga pengusaha kontraktor (MS). Selasa 23/02/2021

Foto Jalal Sihite (Mantan Camat Tukka) sebagai suruhan Tuani Lumbantobing

“Dan penerimaan Fee tersebut dilakukan dengan bentuk seolah-olah ganti rugi tanah dan menggunakan nama ajudanya sendiri Tasrip Tarihoran (sesuai surat pernyataan tertulis Monang Silitonga tanggal 10 Februari 2021).

Penerimaan Fee Proyek tersebut terungkap setelah Monang Silitoga merasa sangat kecewa atas gagalnya pembangunan Embarkasi Haji di pinangsori, di mana tanah miliknya yang sudah ditanam kelapa sawit dan telah berbuah pasir seluas 80.000 meter persegi rela memberikannya walaupun dengan harga yang sangat murah.

Pantauan wartawan Mitrapol bahwa mulai sejak bulan Oktober tahun 2020, Jalal Sihite mantan Camat Tukka dan Kawan-kawanya melakukan pengukuran tanah dibeberapa lokasi di sekitar ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah di Pandan, antara lain Jalan Jendral Faisal Tanjung, Jalan Sipan Sihaporas, jalan St. Z.Tampubolon (sitio-tio), jalan Sipange (AMD), jalan Dr. FL. Tobing arah bandara udara Pinangsori. Dan menurut informasi bahwa baru-baru ini tanah seluas 3,5 hektar yang berlokasi di jalan Faisal Tanjung percis di depan Kantor BAPEDA dan kantor Kapolres sudah di jual DRS (istri Tuani Lumbantobing) kepada pengusaha Developer di Sibolga dengan harga cukup pantastis dan tanah tersebut di duga adalah hasil Fee Proyek.

Foto lokasi Tanah di jalan Paisal Tanjung Pandan (depan kantor BAPPEDA dan Kantor Polres Tapanuli Tengah)

Ketika dikonfirmasi melalui telepon Saluran seluler Mitrapol kepada Jalal Sihite mengatakan bahwa saat ini mereka melakukan pengukuran beberapa lokasi tanah untuk balik nama dan saya hanya sebagai suruhan pak Tuani Lumbantobing, jadi bukan tanahku apalagi saya sudah mulai tua.” katanya singkat.

Sementara Tasrip Tarihoran mantan ajudan Bupati Drs. Tuani Lumbantobing ketika ditemui dirumahnya jalan Drs. Humala Tambunan, SH di tukka terkait penggunaan Namanya di beberapa lokasi tanah milik Drs. Tuani Lumbantobing mengatakan dengan nada perelahan Tunggane adalah tungganeku (maksudnya wartawan Mitrapol adalah iparnya), jadi mohon pengertiannya, sambil berjalan hingga ke pintu gerbang rumahnya yang megah itu mengantar wartawan Mitrapol.

Dilain pihak ketika wartawan Mitrapol mencoba menjumpai Drs.Tuani Lumbantobing mantan Bupati Tapanuli Tengah dan saat ini sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara di kantornya di medan tidak pernah berhasil karena jarang masuk kantor

Sementara tokoh pemuda pandan Rijal Tambunan dengan sangat geram mengatakan segera kasus ini kita laporan ke Komisi Pemberatasan Korupsi denagn tembusan Jaksa Agung dan Kapolri, karena diduga sudah terjadi Gratifikasi dan Pencucian Uang.

 

Pewarta : (Prins T)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *