Dimediasi Kapolsek Labuan Akibat Salah Faham Kedua Warga Temui Titik Terang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Program Kotaku yang di laksanakan di Desa Teluk Kecamatan Labuan Kabupaten pandeglang Banten yang saat ini tengah berjalan proses pembangunannya yang dimana menuai konflik antara warga dengan warga setempat. Padahal sejatinya program tersebut tujuannya adalah untuk kebaikan warga.

Kesalahpahaman antar warga ini sudah menemui titik terang yang berujung musyawarah diantara kedua belah pihak.

Hal ini dari hasil informasi dari pihak kepolisian yang menengahi permasalsahan selisih pahaman tersebut dengan hasil musyawarah kedua belah pihak dan dengan tidak ada yang dirugikan.

Kompol Nono selaku Kapolsek Labuan memafarkan ke Mitrapol.com melalui pesan whatsahpnya permasalahan yang terjadi diwilayah proyek pemerintah yaitu program Kotaku sudah diselesaikan dengan musyawarah kedua belah pihak.

“Iya dari masalah kesalahpaham kedua warga ini sudah musyawarah dan saling memaafkan,” terang Nono.

Sebenarnya kita pihak kepolisian hanya sebagai jembatan warga untuk menyelesaikan permasalahan keselah pahaman ini,bukan kita memihak siapa siapa.Mereka adalah sesama warga desa teluk dan yang menginginkan proyek pemerintah ini berjalan dengan baik dan tanpa ada permasalahan-permasalahan kecil seperti ini menjadi seakan besar.” tambahnya.

Ditambahkannya,adanya rumor saudara Andrew selaku yang merintahkan oprator Becko, melaporkan hal tersebut kepada aparatur kepolisian sehingga ada bahasa Korban menjadi tersangka atas dugaan pengeroyokan bahwa itu tidak benar dan kami pastikan tidak ada lapor-melapor.

Adapun pada hari, kamis 25 februari saya dan anggota datang ke lokasi peristiwa,” Kami hanya ingin melakukan idenfikasi kejadian yang sebenarnya saja, dan mengumpulkan data data lapangan yang artinya laporan hanya memahami apa sih permasalahan selisih paham antar warga ini.

Karena suatu keselisih pahaman ini tidaklah harus saling melaporkan dan masih bisa diselesaikan dengan cara musyawarah,” tutur Nono.

Dadi selaku Humas Kegiatan proyek Kotaku juga mengukapkan hal yang sama bahwa permasalahan selisihpaham antar warga sudah diselesaikan dengan musyawarah.

Ditambahkan Dadi ini selisih paham antar warga loh,,bukan dengan perusahaan.Jadi kita sudah musyarahkan dikantor polsek Labuan guna menghindari selisih paham yang berkepanjangan.

Yang jelas ini hanya selisih paham dan sudah saling memaafkan bukan siapa yang salah dan siapa yang benar, adapun salah satu pihak meminta ganti rugi untuk perahunya yang memang sudah tahunan dan bahkan itu bekas tsunami beberapa tahun lalu sudah diberikan dan jumlahnya bagaimana kesepakatan mereka.” terangnya. Jumat 26/2/21.

Awalnya saya dan pak Andrew bukan meminta kerja disini, tetapi kami dipercayakan oleh pihak perusahaan untuk bekerja. Proyek pemerintah atas dasar permintaan masyarakat teluk ini sesuai dengan harapan agar berjalan dengan baik tanpa ada selisih paham yang seperti ini.

Kesadaran masyarakat yang perlu untuk mendukung terrealisasi dengan baik demi kemajuan dan kebaikan masyaraskat juga,”tutup Dadi.

 

Pewarta : R.Siregar/heru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *