Kegiatan Pekerjaan Program Kotaku Desa Teluk terjadi cekcok

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Insiden belahnya kapal pencari ikan milik Nanang warga Nelayan Teluk yang terjadi saat Ekspvakator (Beco) mengangkat kapal yang dianggap sudah tak terpakai menimbulkan terjadinya cekcok di lokasi proyek. Rabu (24/2/21).

Diketahui bahwa perahu tersebut memang sudah lama tak terpakai karena sang pemilik sedang mengumpulkan bahan-bahan guna dilakukannya perbaikan.

“Yang saya tahu perahu tersebut oleh pemiliknya akan dilakukanya perbaikan, Nanang telah mengumpulkan bahan matrial kapal guna di perbaiki,” ujarnya salah satu warga. Kamis (25/02/2021).

Dirinya juga menjelaskan kronologi pecahnya kapal tersebut sewaktu di pecahkan oleh beko Pelaksana kegiatan Kotaku,”Beco yang ditumpangi oleh oprator dan salah satu petugas pelaksana yang mengakibatkan perahu belah,” ucapnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh adik pemilik kapal viber tersebut, jika awal dirinya sedang tidur, dan terbangun mendengar adanya keributan antara anak kakanya dengan salah satu mandor perusahan tersebut.

Awalnya saya masih tidur, dan terbangun mendengar perahu kaka saya (Nanang, red) yang belah di uga di angkat oleh beko, melihat kerumunan tersebut saya panik dan menghampiri kerumunan, saya ketahui ponakan saya sudah kena pukul oleh salah satu mandor yang berinisial A, langsung ponakan saya bawa visum, tutur Akradi.

Dan pada akhirnya permasalahan di bawa ke ruang Direksi PT tersebut dan musyawarah pun dilakukan dengan dihadiri oleh Nanang, warga, LSM dan Media serta perwakilan Direksi.

Disana kami lakukan musyawarah di kantor Direksi dan pihak perusahan akan gantikan rugi sesuai dengan keberadaan kapal, ungkap Akradi.

Akradi sendiri sangat menyayangkan prilaku A yang semena mena terhadap masyarakatnya,”Kami sangat kecewa atas prilaku A Yang terlalu semena mena, jika memang mengetahui kapal itu milik siapa seharusnya A berkordinasi dulu kepada pemiliknya,” masih tuturnya.

Awalnya akradi akan melakukan tindakan pelaporan namun setelah adanya perundingan terhadap keluarga niatnya di urungkan,” awalnya Saya akan melaporkan namun saat rundingan keluarga yang di hadiri Kepala Desa Teluk Kecamatan Labuan Endin, yang kerap di panggil Jaro kodok.

Dadi selaku Humas pelaksana Program Kotaku membenarkan adanya musyawarah,”Benar kami lakukan musyawarah dikantor kami, dan pihak korban meminta ganti rugi sebesar 40 juta rupiah untuk hal pergantian yang sesuai permintaan akan kami sampaikan kepada Dirut kami, keputusan ada di beliau, seberapa yang akan dibayarkan, sebab kami tidak punya kewenangan untuk bicara nominal angka sebab bukan dirana Saya, jelas Dadi.

Kepala Desa juga menerangkan saat musyawarah dengan warga korban, jika masih bisa dalam hal musyawarah sudah tidak harus adanya laporan dan di besar besarkan,”Kami harap jika masih bisa di lakukan musyawarah kita selesaikan saja,” ucap Endin.

Namun di sisi lain terdengar rumor A selaku yang merintahkan oprator Beco melaporkan hal tersebut kepada aparatur kepolisian sehingga Korban menjadi tersangka atas dugaan pengeroyokan.

Dimana pada hari Kamis, 25 Februari 2021 Aparat kepolisian yang di pimpin oleh kapolsek tersebut datang ke lokasi peristiwa,”Kami hanya ingin melakukan idenfikasi kejadian yang sebenarnya saja, dan mengumpulkan data data lapangan, namun hal ini tidaklah harus, saling melaporkan gunakan cara musyawarah,” tutur Nono Kapolsek Labuan kepada awak Media.

Nono juga menjelaskan agar dalam hal ini ada aparatur Desa dan Kepala Desa,”Kan mereka sama sama masyarakatnya, bisa di selesaikan oleh pihak Desa dan perangkatnya,” jelasnya.

Dalam hal ini pantauan media, terkait ungkapan Kapolsek, yang harus di selesaikan secara musyawarah tidak dihadiri oleh Binmas/ Kanit Binmas namun Kanit Reskrim yang hadir.

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *