Mantan Bupati Tapanuli Tengah Drs. TL, Diduga Melakukan Pengalihan Tanah Aset Pemkab dan Dugaan Pencucian Uang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tapanuli Tengah – Mantan Bupati Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara Drs. TL diduga melakukan pengalihan tanah asset Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk menjadi miliknya dengan mempergunakan DRS (istri), TT (mantan ajudan).

Hal ini dapat dipantau mulai sejak 3 bulan yang lalu (tahun 2020) oleh wartawan MITRAPOL pada saat adanya pengukuran tanah dilokasi sekitar kota Pandan (Kecamatan Pandan dan Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli tengah) yang dilakukan oleh Jalal Sihite dan kawan-kawan (mantan Camat Tukka)

Pengalihan Tanah asset Pemkab Tapanuli Tengah tersebut diduga dengan cara membuat rekayasa surat tanah dengan meminjam nama orang lain seperti lokasi tanah yang diperuntukkan menjadi asrama haji di jalan bandara pinangsori, dimana tanah seluas 10 hektar merupakan hibah dari Monang Silitonga seorang tokoh masyarakat, namun kenyataanya hanya 8 hektar menjadi atas nama Pemkab dimana 2 hektar menjadi atas nama Tasrip Tarihoran (mantan ajudan bupati Drs. TL). Hal ini di utarakan monang silitonga dirumah kediamanya disitonong bangun, pinangsori baru-baru ini.

Ditegaskan Monang Silitonga, sangat licik mantan bupati ini, walaupun saya beragama Kristen namun demi pembangunan di Tapanuli Tengah teristimewa untuk lokasi embarkasih Haji saya rela memberikan tanah milik saya, akan tetapi malah TL mantan buapti mengambil tanah tersebut sebahagian untuk dirinya sendiri, serakah dia, licik dan patuk diduga mencuri harta milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Karena itu katanya, saya sudah tua, namun saya belum pikun, masih dapat memberi kesaksian.oleh sebab itu seharusnya Drs. TL mantan buapti Tapanuli Tengah harus diusut, apalagi saat ini beliau itu sudah menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Praksi PDI Perjuanan.

“Begitu juga Bakti Tambunan (70 thn), ketika bertemu denagn Mitrapol di Café Sitompul Jalan Jendral Paisal Tanjung, Pandan baru-baru ini mengatakan bahwa 18 thn yang lalu Pemerintah Tapanuli Tengah melalui Kepala Desa Tukka Alm. Marudut Tambunan meminta kepada masyarakat agar dapat memberikan atau merelakan tanahnya untuk akses jalan dan keperluan perkantoran. 4 hektar tanah ipar saya memberikan miliknya yang diperuntukkan untuk jalan ½ hektar (sekarang disebut jalan Paisal Tanjung) dan 3 ½ hektar menjadi tanah aset Pemkab Tapanuli Tengah, akan tetapi hironisnya tanah tersebut berubah menjadi milik istri Drs. TL dan saya dengar informasi sudah dijual, bagaimana bisa terjadi hal seperti ini tentu mungkin ada rekayasa surat tanah.

Sementara Jalan Sihite (mantan camat tukka) ketika dihubungi Mitrapol melalui telepon seluler mengatakan bahwa mereka saat ini melakukan pengukuran beberapa lokasi tanah untuk balik nama dari orang lain menjadi atas nama keluarga Drs. TL, dan saya hanya sebagai suruhannya, tanah yang kami ukur bukan untuk saya katanya singkat.

Dilain pihak Tasrip Tarihoran mantan ajudan Bupati Tapanuli Tengah ketika dikonfirmasikan dirumah kediamanya jalan Drs. Humala Tambunan,SH, di kelurahan Tukka pada hari, Sabtu 06/02/2021 seputar penyalihan tanah asset Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang berlokasi di jalan bandara pinangsori, dengan nada perlahan serta senyuman seolah kaget mengalihkan pembicaraan serta berkata tunggane adalah tungganeku (maksudnya wartawan Mitrapol adalah iparku), kemudian beralih membicarakan yang lain tanpa dapat menjawab pertanyaan.

St. P. Walles Tambunan, tokoh masyarakat tapanuli tengah ini ketika diminta tanggapanya seputar pengalihan aset tanah Pemda Tapanuli Tengah yang diduga menjadi milik Drs. TL mantan bupati tapanuli tengah mengatakan.

“Pada waktu beliau itu bupati persoalan tanah masyarakat di duga diserobot pihak lain dan diduga untuk kepentingan Drs. TL masih tetap menjadi perbincangan yang tidak mudah dilupakan masyarakat, seperti penyerobotan tanah oleh PT. Nauli Sawit di kecamatan Sirandorung. Sekarang setelah 10 tahun berlalu muncul lagi masalah lama. Masalah ini patut diduga bukan saja mengalihkan tanah aset Pemda, akan tetapi diduga terjadi pencucian uang, sebab dimungkinkan sebahagian tanah tersebut merupakan Fee Proyek dari para Kontraktor.

Sesuai data di APBD Pemkab Tapanuli Tengah ada tanah yang dibeli dan sudah di kucurkan anggaran untuk membiayaai pematangan lahan, namun bisa berubah menjadi milik orang lain, bagaimana bisa terjadi? Oleh karena itu dalam waktu dekat ini kami tokoh-tokoh masyarakat tapanuli tengah akan melaporkan dugaan pengalihan aset Pemda dan dugaan pencucian uang Drs. TL mantan bupati tapanuli tengah tersebut, apalagi sesuai informasi baru-baru ini ada penjualan tanah oleh Drs. (istri Drs.TL mantan Bupati Tapanuli Tengah) menjual tanah yang berlokasi dijalan Jendral Paisal Tanjung, kota Pandan dengan harga yang pantastis kepada pengusaha Developer di Sibolga.

“Dan didepan mata masih sedang berlangsung proses pengukuran tanah oleh Jalal Sihite dkk mantan camat tukka disekitar kecamatan Pandan dan Tukka Kota Pandan dan menurut informasi tanah yang sedang berproses balik nama tersebut tidak kurang 30 hektar. Maka sesuai fakta dan data kami segera melaporkan ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Jaksa Agung dan Kapolri di Jakarta.

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *