Pekerjaan Proyek Kotaku di Desa Teluk jadi sorotan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Kesehatan dan keselamatan kerja adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja.

Proyek Pemerintah dengan nilai 17 Miliar lebih, awal kegiatan yang di lakukan oleh 2 PT besar tersebut di duga asal asalan untuk keselamatan kerjanya.

Dari pantauan awak media Dan lembaga di lapangan fakta dalam kegiatan belum adanya di gunakan keselamatan kerja dan jaminan sosial kerjanya.

Hal ini terlihat dengan cara memberdayakan karyawanya tidak sesuai dengan prosedur ketenaga kerjaan, banyak karyawan yang tidak menggunakan sepatu boot, helm pengaman .

Dwi selaku Direksi PT tersebut menerangkan ke awak media jika pihaknya sudah memberikan APD kerja seperti Sepatu, Helm dan Rompi ,” Sebetulnya kami dari pihak perusahaan sudah berikan mereka helm dan rompi pak,” terangnya di kantornya.

Dadi selaku Humas Kegiatan tersebut juga mengukapkan kepada Patroli.co jika pihaknya akan menerima masukan dari rekan rekan media dan LSM,”Silakan saja pa jika ingin menaikan pemberitaan terkait kegiatan ini, kami juga menerima kok,” ucap Dadi kepada beberapa awak media.

Terkait dengan keselamatan kerja dan jaminan kesehatan ketenagaan kerja, Dwi selaku kepercayaan direksi PT tersebut menjelaskan,”jika terkait masalah itu silakan,” paparnya.

Royen siregar selaku ketua Lembaga Swadaya SANRA DPW Banten menilai jika tidak layaknya proyek yang bernilai miliaran rupiah tersebut, abaikan aturan dan harus mengutamakan keselamatan kerja.

“Ini kelasnya miliaran loh pak, bukan jutaan lagi. Masa para pekerjaanya hanya beberapa dan tak menggunakan aturan dari Jamsostek tentang keselamatan kerjanya,” jelas Royen ke Mitrapol.com, di sekretariatnya, Kamis (25/2/21).

Royen juga menilai dari sudut kegiatan tersebut di duga terkesan asal asalan,”Dalam melaksanakan kegiatanya, terliat sekali asal asalanya, dengan cara tehknis pengedaman sungai juga di lakukan dengan kayu racuk yang tak berkelas, terus menggunakan karung yang berisikan pasir, apa itu pekerjaan puluhan miliar,” jelas Royen

Sebelumnya kegiatan tersebut telah dilakukan oleh pihak kontraktor lain Pembangunan normalisasi Dan pengedaman saluran air muara teluk yang sebagian sudah terselesai kan ,kini menuai pro kontra Di warga nelayan teluk Labuan pandeglang provinsi banten,”Kami juga melihat dan mengikuti dari awal PT sebelumnya dalam melaksanakan Normalisasi sungai dan pengedamannya, bahkan banyak lahan yang sudah di bebaskan oleh PT sebelumnya,” tuturnya.

Dari komitmen Pihak kegiatan proyek Normalisasi, para nelayan beserta pihak Dinas terkait Ada kesepakatan Dalam hal pelaksanaan nya yang terkena imbas itu akan ada nya kebijakan serta lahan yang di bangun kan itu contoh nya untuk senderan kapal nelayan Serta tangga untuk naik kedarat dari tembok penahan ombak ITU akan di buat kan tangga,”Kami ikut memantau juga dalam pembebasan lahan tersebut, saat para nelayan menuntut haknya.

Terus yang di katakan guna penjemuran ikan asin pun belum ada.mereka menjemur ikan sekan terkejar kejar oleh keadaan loh, paparnya

Dan juga auning depan lelang milik Dinas kelautan di TPI yang di bongkar ITU juga belum di kerjakan artinya di Pasang kembali oleh pihak pelaksana awal, tambahnya

Ade Osin Juga selaku ketua KKPMP Marcab Cikedal menerangkan hal yang sama, jelaskan kegiatan tersebut awalnya memang di laksanakan oleh kontraktor H.Deni selaku Pelaksana kegiatan, sekarang sudah beres dan dilanjutkan tahap kedua yaitu proyek Kotaku oleh pihak PT. Pubagot jaya Abadi KSO.

Kini sedang di kerjakan kelanjutan Kembali,”Namun banyak dugaan yang harus kita ikut dalam pengawasaannya,” jelas Ade Osin Kepada awak media.

Dari beberapa pertanyaan warga nelayan teluk diharapkan ada pertanggung jawaban dan dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait.

Dan harapan kita bersama untuk pihak pihak Dinas PU /Perkim provinsi Dan kabupaten memantau Dan menindak lanjuti half me keinginan warga nelayan teluk, pungkasnya.

 

 

Perwarta : HR Mp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *