Setelah 25 hari demo warga, PT Sri Timur merugi ratusan juta rupiah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Setelah memasuki 25 hari aksi demo masyarakat Desa Sei Tualang, perusahaan perkebunan PT Sri Timur yang berlokasi di Berandan Barat, Kabupaten Langkat, mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Tribrata Hutauruk SH, MH selaku Kuasa Hukum PT Sri Timur menyayangkan peristiwa demo warga Desa Sei Tulang itu, sebab berdampak langsung pada kerugian PT Sri Timur.

“Akibat demo warga Desa Sei Tualang, perusahaan kami merugi ratusan juta rupiah,” ujar Hutauruk di Medan, Kamis (25/2/2021) malam.

Apalagi, tambah Hutauruk, masalah warga Desa Sei Tualang dan PT Sri Timur telah ditampung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi A DPRD Langkat, Kamis (25/2/2021) siang.

Dalam RDP yang dihadiri pihak-pihak terkait, antara lain pihak kepolisian, warga Desa Sei Tualang dan Abdul Karim yang mewakili PT Sri Timur.

Hadir juga Fredy Agus Hutapea, ST selaku Plt. Kasi Pengukuran BPN Langkat yang mewakili Kepala Kantor Pertanahan Kab. Langkat, Sumatera Utara.

” Dalam RDP itu, pihak BPN Langkat secara gamblang menjelaskan HGU PT Sri Timur  telah diperbaharui sejak 2019,” ungkap Hutauruk.

Ditambahkan, dalam RDP itu,  Fredy Agus Hutapea, ST selaku Plt. Kasi Pengukuran BPN Langkat menegaskan, lokasi dan akses jalan yang diduduki oleh masyarakat pendemo merupakan lokasi yang berada di dalam HGU perusahaan, berdasarkan Sertipikat HGU Nomor 187, 188 dan 189 tahun 2019.

Menurut Hutauruk, dengan adanya penjelasan pihak BPN, maka pendemo telah menduduki dan menutup akses jalan dalam HGU PT Sri Timur.

Terkait itu, tambah Advokat ini, pihaknya telah membuat laporan tanggal 05 Februari 2021 ke Polres Langkat, melalui Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STPLP/68/II/2021/SU/LKT.

“Dalam laporan itu, perusahaan menyampaika masalah perlindungan hukum, penegakan hukum dan keadilan,” pungkas Hutauruk.

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *