Tembak mati 2 warga sipil dan 1 anggota TNI, Ketua DPP LPRI minta terduga pelaku di hukum setimpal

  • Whatsapp
Ketua DPP LPRI, Syarifuddin Tahir SE.,ST.,MM.

MITRAPOL.com, Jakarta – Ketua DPP LPRI Syarifuddin Tahir SE ST,MM yang juga pendiri GBNN mengungkapkan kekecewaannya kepada oknum aparat kepolisian yang diduga telah melakukan penembakan terhadap 2 warga sipil dan 1 anggota TNI.

Kami DPP LPRI memberikan masukan kepada Kapolri untuk mengambil sikap menyelesaikan masalaj ini dan selektif lagi dalam pemberian, pemakai senjata api/pistol kepada semua anggota Polri, harus di tes kejiwaannya dan lulus tes psokiater, agar jangan lagi ada kejadian seperti ini, kami usulkan juga, dalam pengawasan anggota Polisi di seluruh indonesia, agar fungsi tugas Propam juga lebih di tingkatkan, ujar Syarifuddin Tahir.

Lanjutnya, harus diadakan patroli setiap malam ke Café-cafe atau Diskotik-diskotik, apa bila terdapat anggota Polri yang ada di Diskotik atau Cafe langsung diberi sangsi disiplin atau teguran keras agar tugas Polri yang sudah dicanangkan Kapolri bisa berjalan dengan baik dan fungsi Polisi menjadi pelindung dan pengayom masyakat bisa berjalan dengan baik.

Tak hanya itu, bung Syarif juga meminta agar proses hukum terhadap oknum tadi bias berjalan secara trasparan,”Kami meminta agar oknum aparat yang melakukan penembakan hingga menimbulkan korban tewas diproses secara tegas dan trasparan,” kata bung Syarif melalui siaran pers, Sabtu,(27/2/2021).

Ia menambahkan, hal ini dilakukan agar pihak keluarga dan semua masyarakat Indonesia merasa hukum dijalankan dengan tidak pandang bulu, dengan demikian mereka bisa merasakan keadilan.

Dalam kesempatan itu bung Syarif mengucapkan turut berduka cita yang sedalam dalamnya kepada warga sipil dan anggota TNI yang meninggal dunia, semoga arwah ke tiganya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.

Kejadian penembakan di RM Cafe, Cengkareng Jakarta Barat yang dilakukan Bripka CS ini, Bung Syarif menilai bahwa ini semua bisa terjadi karena lemahnya pengawasan dan tidak adanya disiplin dari anggota, sudah saatnya sekarang ini Polri dibenahi secara besar-besaran dalam rangka menciptakan Polisi yang di cintai oleh seluruh rakyat Indonesia. Diharapkan pula kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali, pungkasnya.

 

 

Pewarta : Desy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *