Tergiur hasil memuaskan, nyawa penambangpun hilang

  • Whatsapp
Yunardin (Baju Biru) salah satu korban selamat

MITRAPOL.com, Parigi Moutong Sulawesi Tengah – Tergiur hasil yang memuaskan, ratusan warga dari berbagai desa bekerja pada sebuah galian tambang emas di Desa Buranga Kecamatan ampibabo Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi tengah. Kurang lebih 1 kilometer dari pemukiman warga terdapat empat titik galian tambang emas dengan ukuran lubang kurang lebih 30 meter persegi.

Namun pada hari Rabu (24/2/21) salah satu titik galian lubang tambang itu menjadi tempat akhir dari sebuah aktifitas dunia para pekerja tambang, kurang lebih 40 orang pekerja tambang tertimbun material longsor hasil kerukan yang menggunung setinggi kurang lebi 30 meter menjulang tinggi dengan terjal.

Di tengah keramaian pengujung, Tim Mitrapol menyambangi Yunardin salah seorang korban selamat dari timbuna material longsor yang menuturkan koronologis kejadiannya.

Kejadian berawal sekitar pukul 16.00 Wita dimana para pekerja tambang sedang menghentikan aktifitas pengumpulan material, karena pengerukan memasuki waktu aistirahat dan akan di lanjutkan malam nanti.

Untuk mengisi waktu istirahat, kurang lebih 100 orang pekerja melakukan aktifitas tambang dengan mendulang menggunakan alat dulang sederhana yang terbuat dari kayu,“Kami mengisi waktu luang mendulang, karena dari hasil mendulang kami bisan dapat uang jutaan perhari,” jelasnya
Sekitar pukul 18.30 para pekerja berhamburan naik ketas tumpukan tanah yang lebih tinggi dia kibatkan salah satu titik sudut galiah tiba-tiba longsor dan terdapat beberapa penambang di sekitar itu. Dan sebelumnya memang kami sudah diberi peringatan sekitar pukul 13.30 oleh teman yang juga pekerja tambang mengenai ada garis retakan tanah pada sala satu gundulan tanah di atas kami mendulang.

Kami berada dititik itu sekitar 40 orang, kami tidak bisa menghitung pasti jumlah kami karena kami panik dan tidak atau apa yang mau di perbuat, untung saja saya bisa menyelamatkan anak saya yang setengah badannya tertibun longsor.

Saya sempat melihat keatas dan memperhatikan gerakan tanah yang di ibaratkan bagaikan likuifaksi, dan saya pun keluar dari lubang dan cepat menyelamatkan diri, tiba-tiba terdengar suara anak saya memanggil dan meminta tolong, dan sayapun kembali ke lubang untuk menyelamatkan anak saya, walaupun dengan rasa takut, saya memaksakan diri untuk menyelamatkan anak saya, dan kami beedua selamat meskipun anak saya sudah tertimbuh material longsor sekitar pinggang tuturnya.

Ditempat yang sama, Marlin salah seorang warga Desa Sidole Barat Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong yang ikut serta dalam Tim Efakuasi yang pada saat itu masih menggunakan alat seadanya mengatakan,“Kami tiba setengah jam setelah kejadian dan kami sempat mengefakuasi korban baik yang selamat maupun yang meninggal dunia,” paparnya.

 

 

Pewarta : Zikran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *