KPK tuntut beragam 14 Anggota DPRD Sumut, terkait suap “Ketok Palu” APBD

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – 14 mantan anggota DPRD Sumut  periode 2009-2014 dituntut beragam, mereka terbukti bersalah menerima suap atau hadiah dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Tuntutan pidana itu disampaikan Penuntut Umum KPK Budhi Sarumpaet dkk dalam persidangan virtual di ruang Cakra-8 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (1/3/2021).

Menurut Penuntut Umum KPK, para terdakwa secara bersama-sama dengan puluhan anggota dewan lainnya menerima hadiah atau janji secara berkala dari Gunernur Sumatera Utara.

Pemberian uang suap, terkait dengan tugas dan peran para terdakwa sebagai anggota dewan  untuk memberikan persetujuan terhadap LPJP APBD  Sumut TA 2012, persetujuan terhadap Perubahan APBD Provinsi Sumut TA 2013.

Kemudian, persetujuan  APBD Sumut TA 2014, persetujuan terhadap P-APBD TA 2014, dan persetujuan terhadap APBD Sumut TA 2015, suap itu diterima para terdakwa setelah “ketuk palu” .

Lebih rinci tuntutan pidana yang diterima 14 anggota dewan :

Rahmad Pardamean Hasibuan dituntut 4 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungsn, Uang Pengganti tidak disebutkan, sebab telah dibayar.

Nurhasanah dituntut 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti kerugian negara Rp 472, 500.000 subsider 1 tahun kurungan.

Jamaluddin Hsb  dituntut 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti  Rp 497.500.000 subsider 1 tahun kurungan.

Ahmad Hosen Hutagalung  dituntut 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 1 tahun kurungan, Uang Pengganti Rp 752.500.000 subsider 1 tahun kurungan.

Kemudian, Sudirman Halawa dituntut 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti Rp 417.500.000 subsider 1 tahun kurungan.

Ramli  dituntut 5 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti Rp 497.500.000 subsider 1 tahun kurungan.

Irwansyah Damanik dituntut 4 tahun 6 bulan, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti Rp 602.500.000 subsider 1 tahun kurungan.

Selanjutnya, Robert Nainggolan dituntut 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti Rp 427.500.000 subsider 1 tahun kurungan.

Layari Sinukaban dituntut 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan, Uang Pengganti Rp 377.500.000 subsider 1 tahun kurungan.

Japorman Saragih dituntut 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan Uang Pengganti Rp 427.500.000 subsider 1 tahun kurungan.

Lebih lanjut, Megalia Agustina dituntut 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti Rp 540.500.000 subsider 1 tahun 6 bulan kurungan.

Ida Budiningsih dituntut 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti Rp 452.500.000 subsider 1 tahun 6 bulan kurungan.

Syamsul Hilal dituntut 5 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti Rp 477.500.000 subsider 1 tahun 6 bulan kurungan.

Mulyani  dituntut 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta subdider 3 bulan kurungan, Uang Pengganti Rp 452.500.000 subsider 1 tahun 6 bulan kurungan.

Para terdakwa melanggar dakwaan alternatif kedua,  Pasal 12 huruf-b jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana KorupsiJo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Usai pembacaan nota tuntutan, hakim ketua Immanuel Tarigan menunda persidangan hingga tanggal 15 Maret 2021 untuk.mendengan notabelaan (pledoi) penasihat hukum para terdakwa.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *