Di Mimika 6 Pasien COVID-19 meninggal dalam 2 bulan terakhir. Masyarakat umum divaksin Mei mendatang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Jumlah korban jiwa akibat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua dalam dua bulan terakhir terhitung sejak Januari 2021 mencapai 6 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra dalam keterangan pers baru-baru ini mengatakan, kasus kematian di Kabupaten Mimika lebih didominasi pengaruh virus Corona.

Hal ini dikatakan berdasarkan data tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) di Kabupaten Mimika.

“Jadi, yang kami lihat COVID-19 sebagai pemicu orang meninggal di Timika lebih tinggi, dalam se-bulan belum tentu penyakit malaria ada kematian. Sehingga virus Corona harus lebih diwaspadai,” kata Reynold di Timika, Selasa (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

Dijelaskan, sejak merebaknya pandemi COVID-19 hingga tutup tahun 2020 lalu, tercatat angka kasus kematian berjumlah 36 atau di bawah 1 persen.

“Adapun di tahun 2021 ini mulai dari Januari sampai Februari Minggu ke-9. Sudah terjadi 6 kasus kematian. Sebagian besar mereka yang meninggal memiliki penyakit penyerta atau komorbid diabetes tanpa memandang usia,” ujarnya.

Reynold menambahkan, dari jumlah orang yang terpapar COVID-19, hampir sebagian besar tergolong tanpa gejala, bahkan kasus gejala ringan dan gejala berat jauh lebih sedikit.

Atas dasar itu, Kadis Kesehatan mengimbau kepada masyarakat agar menerima vaksin dan tetap menerapkan protokol kesehatan jika ingin lebih aman dari wabah COVID-19.

Untuk diketahui, pelaksanaan program vaksinasi saat ini masih diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes).

Vaksinasi Tenaga Kesehatan (nakes) Kabupaten Mimika.

Prioritas selanjutnya adalah bagi pekerja pelayanan Publik seperti TNI-POLRI, ASN dan Non ASN, BUMN, BUMD, Kantor Pajak, Kantor POS, Karyawan Bandara, Karyawan Pelabuhan, Basarnas, Bea dan Cukai, Imigrasi, Pertanian, Lapas, Pengadilan Negeri dan Agama, Depag, Kejaksaan, Tokoh Agama, Telkomsel, PLN, Loka BPOM, BNN, Karantina Hewan, DPRD, Yayasan Pendidikan, YPMAK, PHRI, Pekerja PERS, Pertamina dan Telkom.

Rencananya akan dimulai bulan Maret ini dan berakhir pada bulan April 2021.

Di bulan Mei 2021 mendatang, program vaksinasi akan menyisir kalangan masyarakat umum dengan catatan prioritas utama di wilayah zona merah.

“Kami ingatkan bagi yang sudah menerima vaksin agar tetap menjaga protokol kesehatan. Karena saat ini ada beberapa laporan dari tim Pokja KIPI bahwa sejumlah tenaga kesehatan yang sudah menerima vaksin dosis ke-dua itu terpapar COVID-19,” bebernya.

Meski demikian, Ia belum menyampaikan secara detail berapa jumlah tenaga kesehatan yang terpapar virus Corona pasca menerima suntikan vaksin Sinovac lantaran masih mendata secara pasti.

“Nanti setelah kami data akan kami lakukan rilis untuk disampaikan ke publik,” ujarnya.

Dijelaskan, manfaat penyuntikan vaksin Sinovac bertujuan untuk melindungi diri. Terutama jika terpapar COVID-19, vaksin ini berguna untuk mengurangi resiko berat dan kritis.

Sebagai informasi, berikut update COVID-19 secara kumulatif di Mimika per Rabu, (3/3).

Jumlah orang yang terpapar COVID-19 mencapai 4.902 orang, terdiri dari kasus aktif 416 orang dalam perawatan, sembuh 4.444 orang, dan meninggal 44 orang.

Sementara, total orang yang sudah divaksinasi COVID-19 sejak Kick Of Perdana dan Tenaga Kesehatan berjumlah 5.090 orang atau mencapai 80 persen.

 

Reporter : AQM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *