Dugaan Korupsi Anggaran RTLH, Kasi Pidsus Kejari Bolmong, Sudah Lakukan Pemanggilan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, BOLMONG – Kejaksaan Negeri kotamobagu sampai hari ini masih terus mendalami dan melakukan pemeriksaan atas dugaan kasus korupsi anggaran bantuan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) Bolmong yang dikucurkan oleh kementrian sosial (Kemensos RI) pada tahun 2019 untuk warga kurang mampu.

Demikian hal itu ditegaskan oleh kasi pidsus Kajari kotamobagu Imron SH, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (04/03/21) Siang tadi.

Dalam perbincangan panjang bersama awak media. Imron mengakui bahwa sudah beberapa oknum yang diduga terkait pada kegiatan tersebut sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik kejaksaan.

“Sudah beberapa yang dipanggil oleh jaksa untuk dimintai keterangan seputar penggunaan aliran dana RTLH yang dicairkan untuk pembangunan Rumah warga kurang mampu,” Ujarnya.

Disinggung siapa saja yang sudah di periksa atas dugaan kasus korupsi itu. Imron Menjawab, Kepala Dinas sosial (Dinsos) bolmong Abdul Haris Bambela, Kabid pada kegiatan RTLH itu, dan beberapa oknum lainnya pak.

Imron juga menjelaskan, Bahwa Dugaan kasus korupsi RTLH tetap diseriusi oleh kejaksaan. “Pak Penyelidikan kasus ini terus berjalan dan lagi berproses siapa siapa aktor dibalik itu,” Tegasnya.

Seraya menambahkan bahwa minggu ini akan ada juga yang dipanggil oleh kejaksaan seputar persoalan RTLH tersebut.” Tutup Kasi Pidsus Kajari Kotamobagu menjawab konfirmasi.

Perlu diketahui bahwa dugaan korupsi Anggaran RTLH bolmong ini, sudah bergulir sejak tahun 2020. Total anggaran bantuan pembangunan kemensos RI ini Rp 750 juta. Dibagi ke beberapa kelompok yang tersebar di dua kecamatan.

Diketahui pula Awalnya kasus ini hanya ditangani oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) polres bolmong. Namun kemudian nyatanya kejaksaan juga sudah melakukan penyelidikan lebih cepat dan berproses hingga saat ini.

Beberapa oknum yang diduga terlibat dikabarkan telah memenuhi panggilan serta proses pemeriksaan untuk dimintai keterangan oleh jaksa penyidik.

 

Tim Cr07

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *