Diduga Asal Jadi, Proyek Pembangunan Rumah Adat Melayu Ketapang Telan Anggaran APBD 2 M Lebih 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ketapang.Kalbar – Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, dari tahun 2019 sampai tahun 2020 telah mengeluarkan Anggaran APBD Ketapang, Untuk Pembangunan Rumah Adat Melayu (RAM) di kabupaten Ketapang, hingga mencapai dua miliar lebih.

Namun hingga kini Proyek tersebut terkesan Terbengkalai dan belum diketahui seperti apa kelanjutan proyek rumah adat melayu ( RAM) tersebut,dikarenakan pada Tahun 2021 belum dianggarkan kembali.

Hasil pantauan awak media mitrapol dilapangan pada, kamis ( 4/3/2021 ) dilokasi proyek yang tak jauh dari kota Ketapang kini sudah mulai banyak tumbuh rumput,saat ini pembangunan proyek rumah adat melayu RAM di Ketapang masih dalam kondisi Terbengkalai begitu saja.

” Pasalnya fisik pekerjaan yang menelan besarnya anggaran APBD Ketapang pada Tahun 2019 dan berlanjut Tahun 2020 yang sudah terealisasi hingga berita ini terbit proyek tersebut hanya sebatas 40 Tiang Pondasi dikarenakan belum dianggarkan kembali di tahun 2021,

Informasi yang diperoleh,Proyek RAM tersebut bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.1.435.450.000. Selanjutnya dianggarkan kembali tahun 2020 Pemda ketapang,Melalui Satuan Kerja ( Satker) Dinas Pariwisata dan kebudayaan kembali menganggarkan untuk lanjutan pembangunan rumah adat melayu tersebut senilai Rp.938.535.000.dan pada tahun 2021 tidak ada di anggarakan kembali.

Dalam hal ini, saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ketapang, Karnain menjelaskan, pada tahun 2019 dirinya belum bertugas di Dinas Pariwisata sehingga dirinya mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

” Pembangunan tahun 2019 saya belum menjabat Kabid Pariwisata, saya masuk 2019 Akhir,” kata Karnain,pada Jumat ( 5/3/2021).

Menurutnya, proyek lanjutan tahun 2020 dengan Anggaran sekitar 900 juta lebih itu dirinya menyebutkan memang sebatas itu saja dan pekerjaan proyek RAM sudah sesuai RAB dan hal itu sudah ditinjau dari awal hingga akhir penyelesaian sebatas 40 titik tiang pondasi bangunan saja,” Terang Karnain.

Selain itu , Untuk tahun 2020 diakuinya saya selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK),untuk pengerjaannya proyek pembangunan RAM,dan dirinya menilai sudah sesuai dengan RAB dan pengerjaannya hanya sebatas 40 titik tiang pondasi saja, ” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, proyek pembangunan RAM, jika dikerjakan sesuai perencanaan awal pada tahun 2017 Pemerintah Daerah akan menganggarkan sekitar 30 Miliar, menurut dia,itu khusus bangunan RAM dan lain lagi dengan pembangunan Dermaga.

Lebih lanjut, ” Perencanaan dari awal kalau sampai selesai proyek RAM itu sekitar 30 miliar, kalau pada tahun 2019 telah dianggarkan melalui sumber APBD ketapang senilai Rp.1.435.450.000, yang dimenangkan oleh CV. Cahaya Mulia Pratama dan pada saat itu bukan saya PPK nya dan berlanjut dianggarkan kembali pada tahun 2020 senilai Rp 938.535.000, untuk Pembangunan Tiang pancang sebanyak 40 titik tiang pondasi pada pembangunan RAM dan saya PPK nya,” Pungkasnya Karnain.

 

Pewarta : (ROY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *