Lauching Exspor Perdana Komoditi Hasil Perikanan Nelayan Sebatik Nunukan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan – Sebagai daerah pesisir, wilayah di kecamatan Sebatik dan Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat besar, baik di bidang perikanan tangkap, perikanan budi daya atau dalam bentuk pengembangan komoditi hasil kelautan yang lain seperti rumput laut.

Bahkan hasil tangkapan para nelayan dijual di pasar Nunukan atau Sebatik. Sebagian dijual hingga ke Tarakan atau Tanjung Selor, namun sebagian besar dari hasil laut mereka dijual ke Tawau, Malaysia.

Kondisi tersebut ibarat buah simalakama, jika tetap dibiarkan maka bisa membahayakan para nelayan tetapi jika dilarang pemerintah belum mampu menyiapkan pasar yang mampu menggantikan pasar di Tawau.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Ir. H. Dian Kusumanto saat menghadiri Launching Ekspor Perdana Komoditi Perikanan yang diselenggarakan di Kantor Pelabuhan Perikanan SKPT Sebatik, Sei Pancang, Rabu (03/03/2021).

”Para nelayan lebih memilih menjualnya ke Tawau karena harganya lebih menjanjikan, sayangnya transaksi para nelayan tersebut masih dilakukan secara tradisional. Hal ini tentu saja rawan terjadi tindak pelanggaran keimigrasian, karena para nelayan biasanya langsung menjual hasil tangkapannya ke pasar di Tawau tanpa melewati pintu keimigrasian yang resmi, bisa saja para nelayan tersebut ditangkap oleh aparat keamanan di Malaysia karena dianggap masuk secara ilegal. karena sudah berlangsung selama puluhan tahun, masyarakat selama ini menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar dan biasa – biasa saja”, kata Dian Kusmanto.

Menurut Dian Kusmanto yang mewakili Bupati Nunukan, bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan sangat mendukung jika ada pihak swasta yang akhirnya berani membuat terobosan dengan melakukan ekspor hasil perikanan dari wilayah Sebatik. meskipun skalanya belum terlalu besar, tapi Bupati optimis ekspor perdana kali ini bisa menjadi pembuka jalan bagi pengusaha – pengusaha yang lain untuk mengikutinya.

”Selain transaksinya menjadi lebih jelas dan menguntungkan, ekspor yang dilakukan secara resmi akan membuat kita terhindar dari kemungkinan melanggar aturan keimigrasian di negara lain, tidak hanya itu, ekspor yang dilakukan secara resmi juga akan memberikan pemasukan bagi negara dalam bentuk pajak yang sangat berguna dalam membiayai pembangunan”, ujarnya.

Launching ekspor perdana komoditi hasil perikanan kali ini, semakin menambah daftar komoditi dari Nunukan yang berhasil menembus pasar luar negeri, sebelumnya, komoditi rumput laut telah berhasil di ekspor hingga ke negara china dan korea selatan, demikian juga dengan CPO dan bungkil kelapa sawit juga sudah dieskpor ke beberapa negara, pemerintah berharap komoditi – komoditi yang lain juga bisa menyusul untuk go internasional.

Suksenya ekspor perdana ini tidak lepas dari peran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai tipe Madya Pabean C Nunukan yang memfasilitasi para pengusaha sampai akhirnya bisa melakukan ekspor perdana.

“ Hal itu membuktikan bahwa sinergi antara Pemerintah Daerah, pihak pengusaha dan Kantor Bea Cukai selama ini terjalin dengan sangat baik. Mari kita terus jaga dan pertahankan sinergi ini guna mendukung kegiatan ekspor di masa – masa mendatang.” tambahnya.

Selain Kadis Perdagangan, juga di hadiri Kadis Perikanan Suhadi, dan Camat Sebatik Utara H. Zulkifli. Sementara Dari jajaran Bea Cukai dihadir Kakanwil DJBC Kalbagtim Rusman Hadi, Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan M. Solafudin, Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan Minhajuddin. Selain itu juga turut hadir Kepala Pelabuhan Perikanan SKPT Sebatik Iswandi Rachman, dan Kepala Stasiun SPDKP Tarakan Akhmadon.

Pewarta : Yuspal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *