Bawa Kabur Uang Kantor Pos Sipiongot, Annur Siregar divonis 5 tahun penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Annur Siregar (35), Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Kantor Pos Cabang Sipiongot divonis 5 tahun penjara, karena terbukti bersalah korupsi uang kas Kantor Pos Cabang Sipiongot sebesar Rp179.087.000.

Selain itu, terdakwa juga dihukuman denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan, dan diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp179.087.000 subsider 6 bulan kurungan.

Putusan itu disampaikan Majelis Hakim Tipikor diketuai Sulhanuddin  yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-2 Pengadilan Tipikor pada PN Medan, pekan lalu.

Menurut majelis hakim, terdakwa Annur Siregar secara melawan hukum, menggunakan uang Kantor Pos Cabang Sipiongot untuk kepentingan pribadinya.

“Semestinya uang tersebut disetorkan ke PT. Pos Indonesia melalui rekening Kantor Pos KPRK Padangsidimpuan, ” jelas majelis hakim.

Perbuatan terdakwa melanggar  Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999  sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Putusan majelis hakim lebih rendah dibanding tuntutan JPU Okto Samuel Silaen dari Kejari Paluta yang menuntut terdakwa 6 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan, wajib membayar uang pengganti Rp 179.087.000 subsider 2 tahun 9 bulan kurungan

Sesuai dakwaan, perbuatan terdakwa dilakukan sejak18 Juli 2016 sampai 11 Mei 2018 di Kantor Pos Cabang Sipiongot  di Desa Sipiongot, Kec. Dolok, Kab. Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

Peristiwanya, Senin 7 Mei 2018,  saksi Ahmad Sofyan Siregar bertransaksi  sebesar Rp 395 juta. Lantas, uang itu digunakan terdakwa untuk melayani transaksi lain, sehingga uang menyusut menjadi Rp 340 juta.

Setelah itu, terdakwa melakukan penyetoran Kas Kantor Pos cabang Sipiongot sebesar Rp.190.000.000, ke rekening KPRK Padangsidimpuan,

Kemudian terdakwa mengirim pesan SMS ke Manajer Pengawasan UPL Kantor Pos Padangsidimpuan tetang penyetoran 190 juta via BNI.

Setelah keluar dari Bank BNI Gunungtua, terdakwa ketakutan tidak dapat membayar seluruh kekurangan kas yang diambilnya selama ini,  sehingga terdakwa gelap mata dan membawa lari sisa uang ke Pekanbaru.

Selanjutnya, 24 Mei 2018, Satuan Pengawas Internal PT. Pos Indonesia melakukan audit atas kehilangan uang kas Kantor Pos Cabang Sipiongot serta melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa.

Terdakwa mengakui, telah mengambil uang kas Kantor Pos Cabang Sipiongot untuk keperluan pribadi. Hasil audit,   jumlah uang kas yang hilang sebesar Rp.367.747.777.

Kemudian terdakwa mengembalikan sebesar Rp.150 juta, ditambah Rp.20.660.777, sehingga kekurangan kas Kantor Pos Cabang Sipiongot sebesar Rp.197.087.000. Ujungnya terdakwa disidangkan dalam perkara Tipikor.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *