Diduga jual tanah fiktif, Oknum anggota DPRD Berau dilaporkan ke Polisi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Berau Kaltim –Mafia Tanah adalah salah satu Prioritas dari intruksi Kapolri Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo SH, M.S.I. “Oknum Anggota DRPD Kabupaten Berau Berisinial JH, Dilaporkan Salah Satu Pengusaha di Berau Farijanto atas dugaan Penipuan jual beli tanah seluas 36.000 M2.

Tanah yang di perjual belikan adalah asset dari PT. Borneo Prapatan Lestari. jual beli lahan ini berawal dari Bulan Juni Tahun 2016, karena kedekatan JH ini kepada pengusaha Farijanto maka JH langsung menawarkan lahan seluas 36.000M2 dengan harga 1,5 Milyard Rupiah. “Sewaktu JH menawarkan Lahan tersebut hanya melihatkan sebuah peta saja,” ujar Kuasa Hukum Farijanto Burhanuddin. (Selasa 09/02/2021).

Transaksi jual beli lahan ini dua kali bayar. Pembayaran pertama Rp. 100 juta Rupiah, kemudian Di transaksi yang kedua sebesar Rp. 1,4 Milyard di bayar lewat Transfer, Setelah Pembayaran Selesai maka Farijanto menunggu kapan lahan ini dibebaskan. Karena sesuai janji JH tidak lama lagi lahan akan di bebaskan untuk membuat jalan.

Setelah ditunggu tunggu selama satu tahun lebih Farijanto mempertanyakan kepada JH, jawaban oknum JH terus menjawab sabar, dan sementara itu juga surat Pelepasan Tanah juga belum diberikan.

Kuasa Hukum Farijanto, Burhanuddin menjelaskan bahwa Kliennya sudah berkomunikasi terus dari Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2017, mempertanyakan lahan tanah itu posisinya dimana, Ditahun 2017 Farijanto meminta kepada Oknum JH kalau memang tidak ada maka sebaiknya uang yang sudah di bayarkan (diterima) harap dikembalikan saja, waktu itu komunikasinya disaksikan oleh Pak Bilhaki.

Karena merasa di desak terus oknum JH akhirnya pun memberikan surat Pelepasan Tanah atas nama inisial ‘A’. Burhanuddin mengatakan setelah mengecek lahan ternyata lahan yang ditunjukkan dipeta tidak sesuai dengan hasil pengecekan TKP dilapangan, Lahan yang di tunjukkan dipeta adalah lahan milik orang Kampung (masarakat) yang sudah menggarap dan bercocok tanam selama 30 Tahun. Burhanuddin juga mengatakan, kesaksian dari warga (yang tidak mau disebut namanya) berdasarkan tapal batas lahan memang betul itu sudah di garap selama 30 Tahun.

Burhanuddin selaku kuasa hukum sangat berharap kepada Penyidik Polres Berau segera kasus ini di Tingkatkan Dari Penyidik menjadi Tersangka. Harapan besar dari Pengacara Burhanuddin, Proritas intruksi Kapolri Jendral Polisi DRS. Listyo Sigit Prabowo SH.M.S.I segera di terapkan dalam memberantas MafiaTanah.

Saat di konfirmasi oleh awak Media, oknum Anggota DPRD Berau JH lewat telpon untuk menanyakan permasalahan kasus ini mengatakan “Nanti saja saya masih sibuk. Nanti saya akan hubungi lagi,” jelasnya

Sampai saat berita ini ditayangkan belum ada klarifikasi dari JH.

 

Pewarta : (Hs.G)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *