GAWAT: Akibat diduga Jual Beli Tanah dan Rumah Fiktif, Suti’ah laporkan S dan M ke Polsek Gambiran

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banyuwangi Jatim – Suti’ah (48) warga Dusun Gembolo Desa Purwodadi kecamatan Gambiran mendatangi Polsek Gambiran pada, Senin (08/03/2021) sekira jam 10.30 wib untuk memasukan laporan Pengaduan dugaan penipuan Jual tanah Fiktif kepada dirinya yang dilakukan oleh S dan M warga Dusun Sumberjaya Desa Wringinagung Kecamatan Gambiran.

Kejadian berawal pada tanggal 16 Oktober 2017 Suti’ah membeli sebidang tanah dan bangunan rumah dari sepasang suami istri yaitu S (57) dan Sumiyem (Almh) dengan pembayaran tunai uang sejumlah 75 Juta Rupiah dibayar lunas dan ber-kwitansi.

Pembelian rumah dan tanah tersebut ditandatangani oleh S dan Sumiyem sebagai penjual serta ditanda tangani juga saksi saksi bernama Misirah (pemilik tanah asal alias orang tua Sumiyem) dan saksi yang lain bernama Agus Wiyono. Jual beli ditanda tangani diatas materai Rp. 6000 dan diketahui oleh aparat Desa dalam hal ini Kepala Dusun Sumberjaya yang sekarang jadi Sekertaris Desa (Sekdes) Wringinagung piyantoko sebagai pihak yang mengetahui dan sekaligus membubuhkan tanda tangan dan di stempel Kepala Dusun namun hingga saat ini rumah dan tanah tidak dapat Sutiah tempati.

Sutiah : Pembelian rumah dan tanah tersebut ditandatangani oleh S dan Sumiyem (Almh) sebagai penjual dan juga Misirah (pemilik tanah asal alias orang tua Sumiyem) didepan saksi Agus Wiyono. (Linmas) dan Surat Jual beli ditanda tangani diatas materai Rp. 6000 diketahui oleh aparat Desa dalam hal ini Kepala Dusun Sumberjaya yang sekarang jadi Sekertaris Desa (Sekdes) Wringinagung piyantoko sekaligus membubuhkan tanda tangan dan di stempel Kepala Dusun namun hingga saat ini rumah dan tanah tidak dapat saya tempati. Kata Suti’ah.

Masruri, selaku pendamping Suti’ah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya persuasip secara kekeluargaan kemudian mediasi di Desa Wringinagung pada kamis (19/11/2020) lalu dengan melibatkan Kepala Desa dan stafnya didampingi Bhabinkamtipmas maupun Babinsa yang menghasilkan sebuah kesepakatan tertulis yang pada pokoknya uang milik Sutiah akan dikembalikan 3 bulan kemudian yaitu pada tanggal 19 Pebruari 2021 namun ternyata nihil, selanjutnya kami mengirim surat somasi / peringatan agar rumah yang ditempati S dikosongkan. Hal itu dilakukan mengingat kegagalan Sudarko mengingkari kesepakatan namun surat Somasi tersebut tidak digubris oleh S selanjutnya beredar khabar bahwa tanah tersebut telah berserifikat atas nama orang lain yang pengurusannya lewat program PTSL tahun 2019.

Sekdes Wringinagung Piyantoko membenarkan bahwa, pada saat Jual-Beli saya masih Kepala Dusun Sumberjaya dan saya yang membuat surat jual-beli dan bertanda tangan serta membubuhkan stempel Kepala Dusun namun sebelum itu saya sudah bacakan surat itu dan didengarkan oleh penjual maupun pembeli termasuk Misirah pemilik tanah asal (ibu kandung Sumiyem) selaku penjual maupun saksi-saksi sehingga dianggap sudah sah namun selanjutnya kemudian bila ada Pembuatan Sertifikat lewat program PTSL atas nama orang lain saya tidak paham.” Tegas Piyantoko.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Wringinagung Kondang Suryadiningrat saat dikonfirmasi awak media Mitrapol membenarkan bahwa tanah tersebut telah ber-SHM atas nama orang lain namun sebagai Kepala Desa kami tetap ditengah – tengah.” tutup Kades.

Sehingga untuk menuntut keadilan maka pada, Senin (08/03/2021) sekira jam 10.30 wib Suti’ah memasukan laporan Pengaduan dugaan penipuan tersebut ke Polsek Gambiran.

 

Pewarta : Rocky Sapulette.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *