Cerita suka duka Kadisdik Sulsel jadi Mahasiswa UT

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar  Sulsel – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Kadisdik Sulsel) Prof Dr. Muhammad Jufri, MSi.,MPsi.,Psikolog, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukannya di masa pandemic covid-19 saat ini ternyata 35 tahun lalu sudah dijalaninya, ungkap Kadisdik Sulsel, Selasa (9/03/2021) Kota Makassar.

Suka Duka Kadisdik dicerita di depan Direktur Universitas Terbuka UPBJJ-UT Beserta rombongan di ruang keerjanya.

Turut hadir mendampingi Kadisdik Sulsel, Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dr Idrus, SPd, MPd, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dra Hj Andi Ernawati, MPd, Kepala Bidang GTK & Fasilitasi, H Sabri, SPd.MPd.

Pola dan gaya PJJ 35 tahun lalu dengan sekarang tentulah berbeda. Dulu begitu kita terdaftar menjadi mahasiswa UT, kita mendapatkan modul, belajarnya mandiri, tugas-tugas dan hasil ujian dikirim lewat pos, dan gratis, Tambahnya.

Di Era Digital sekarang ini, Begitu kita terdaftar menjadi mahasiswa UT, modul dan lembaran tugas-tugas langsung masuk di gadget ataupun di laptop jadi sekarang sudah sangat mudah dan canggih, Sebut Hasanuddin.

Kendati hanya setahun menjadi mahasiswa UT, Prof Jufri ternyata banyak menyimpan kenangan yang tak bisa dilupakan.

Dikisahkan, ketika Prof Jufri hendak ke mengambil modul, Prof Jufri ke kantor Pos, dan ternyata barang yang hendak dijemput adanya di kampus UT, di Jl Nuri waktu itu.

Padahal, saat itu Prof Jufri hanya mengantongi uang pas-pasan untuk transport, ‘pete-pete Ia tidak kehilangan akal, Prof Jufri menyiasatinya dengan jalan kaki separoh jalan Setelah diperkirakan uang yang tersisa Rp 500 bisa, baru ia naik ‘pete-pete’. Pungkasnya.

Prof Jufri mengaku senang atas kedatangan pimpinan UT untuk bersilaturahmi dengan jajaran Disdik Sulsel, Mantan Dekan Fakultas Psikologi UNM ini mengaku, UT telah banyak membantu guru-guru dalam rangka peningkatan SDM, terutama guru-guru kita yang tidak bisa meninggalkan tugas, bisa belajar lewat UT.

“Kalau mau lihat aslinya PJJ, ya ada di UT,” ujar Prof Jufri meyakinkan.

Ditambahkan pula dalam waktu dekat Kadisdik akan mengajak sejumlah kepala sekolah dan pejabat Disdik Sulsel untuk melakukan studi banding di UT untuk melihat perkembangan PJJ di UT.

Direktur UT UPBJJ Makassar, Hasanuddin menyambut baik keginginan Prof Jufri. Hasanuddin mengatakan, UT saat ini telah banyak mengalami kemajuan, termasuk saat ini sedang mengembangkan aplikasi baru dalam pembelajaran

Hasanuddin menjelaskan UT yang berdiri pada tanggal 4 September 1984 ini memakai sistem penyelenggaraaan pendidikan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ). Terbuka, berarti bahwa setiap orang dapat menjadi mahasiswa UT tanpa ada pembatasan, baik tahun kelulusan ijasah, usia, lama studi maupun tempat tinggal.

Sedangkan Jarak Jauh memiliki makna adanya jarak antara yang belajar dan yang mengajar. Jarak ini dijembatani oleh media yang khusus dikembangkan untuk sistem belajar jarak jauh, kata Hasanuddin.

Saat ini, kata Hasanuddin, UT diberi amanah 1 juta mahasiswa. Jumlah mahasiswa UT di Sulsel sebanyak 6.500 orang, dan terbanyak ada di Kabupaten Selayar, yaitu sebanyak 1.000 lebih mahasiswa.

UT UPBJJ Makassar saat ini memiliki 4 fakultas (S1), Program Pascasarjana (S2) dan Program Doktoral (S3). Saat ini juga, tambah Hasnaeni, UT UPBJJ Makassar memberi peluang bagi guru-guru yang tidak linier, bisa belajar di UT hanya 3 semester. Penerimaa mahasiswa baru di UT dibuka dua kali setahun kemudian juga Kantor UT tersebar di seluruh Indonesia, dan ada di 45 negara di Dunia. tutupnya.

 

 

Pewarta : Ali Ghugunk/Asri Hms

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *