Miliki Ganja 240 Kg, warga Petisah dituntut pidana mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Memiliki ganja 240 kg, M. Ricky Nasution alias Kibo (47) warga Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei Sikambing D Kec. Medan Petisah, Kota Medan, dituntut pidana mati.

Tuntutan itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Buha Reo Cristian Saragih dalam persidangan virtual di ruang Cakra-7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (9/3/2021).

Disebutkan, terdakwa terbukti bersalah memiliki narkotika jenis daun ganja kering seberat 240 kg yang dibelinya dari Ismail (DPO) dengan harga Rp 600 ribu perkilogram

“Terdakwa terbukti menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima barkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 kg atau 5 batang pohon,” ungkap JPU.

Dengan begitu, JPU meminta kepada majelis hakim, agar menghukum terdakwa dengan pidana mati.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa M. Ricky Nasution alias Kibo dengan pidana mati,” ujar JPU

Hal yang memberatkan, papar JPU, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, tidak ditemukan.

Menurut JPU, terdakwa dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim diketuai Ahmad Sumardi menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun penasehat hukumnya.

Dalam dakwaan disebutkan,  peristiwanya Jumat 15 Mei 2020 sekira jam 17.00 WIB, petugas Sat Res Narkoba Polrestabes Medan mendapat informasi, ada transaksi narkotika di Jalan Gatot Subroto, Kec. Medan Petisah, Medan.

Lalu, petugas langsung pergi menuju ke lokasi kejadian dan melihat terdakwa M. Ricky Nasution alias Kibo di dalam sebuah rumah, Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei Sikambing D Kecamatan Kec. Medan Petisah.

Tanpa basa basi, petugas langsung melakukan penggeledahan dari kamar terdakwa dan menemukan ganja kering seberat 240 kg.

Saat diinterogasi, terdakwa mengaku, barang bukti tersebut adalah miliknya yang dibeli dari Ismail (DPO) dengan harga Rp 600 ribu perkilogram.

Selanjutnya, terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Sat Res Narkoba Polrestabes guna penyelidikan lebih lanjut.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *