Hakim minta JPU hadirkan suami terdakwa selaku saksi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Sidang lanjutan perkara pencemaran nama baik lewat facebook dan Instagram terdakwa Marianty (41), diwarnai dengan intrupsi tim Penasihat Hukum (PH) agar JPU menghadirkan suami terdakwa selaku saksi.

Permohonan itu disampaikan tim PH terdakwa kepada majelis hakim diketuai Denny Lumbantobing  dalam persidangan di ruang Cakra-9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (10/3/2021).

“Interupsi Yang Mulia. Kami mohon agar Yang Mulia memerintahkan JPU untuk menghadirkan suami klien kami, selaku saksi fakta agar perkaranya terang benderang,” ujar Sukiran didampingi Leden Simangunsong dan Panca Indra Yusani, selaku PH terdakwa.

Lebih lanjut dikatakan tim PH,”Sebab menurut saksi korban pada persidangan sebelumnya,  suami klien kami mengaku berstatus duda. Hal itu akan kami konfrontir langsung kepada yang bersangkutan Yang Mulia.”

Interupsi tersebut, dijawab JPU Meily Nova, saksi Jeenri (suami terdakwa-red) sudah 4 kali dipanggil secara patut, namun berhalangan hadir alias mangkir di persidangan.

“Mohon keterangan saksi Jeenri dibacakan saja sesuai BAP ketika menjalani pemeriksaan di Polda Sumut Yang Mulia,” harap JPU, namun ditolak.Denny Lumbantobing.

“Cobalah dilakukan pemanggilan sekali lagi,” timpal Denny dan dijawab JPU dengan menganggukkan kepala.

Sementara sebelumnya, JPU menghadirkan 2 saksi, Mery dan Leni. Mery mengaku, semula sempat dicurigai terdakwa Marianty seolah ada hubungan istimewa dengan Jeenri, suami terdakwa.

“Waktu itu dia curiga sama Saya. Dikiranya Saya ada hubungan istimewa dengan suaminya,” urai saksi.

Fakta lainnya terungkap, saksi dan Jeenri masuk dalam Grup WhatsApp (WA) sesama alumni satu sekolah.

“Dia (Jeenri) ada posting foto berduaan dengan perempuan bernama Pinktjoe Josielynn. Foto mereka berdua jalan-jalan ntah ke mana. Saya share foto-foto itu ke Marianty,” papar Mery.

Sementara saksi lainnya, Leni menerangkan, postingan terdakwa tersebut sempat menjadi buah bibir di kalangan komunitas mereka kebetulan etnis Tionghoa.

Usai mendengar keterangan kedua saksi, hakim ketua menunda persidang hingga pekan depan dengan agenda mendengar ketengan saksi-saksi.

Perlu diketahui, Marianty didakwa terkait postingan bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik lewat akun facebook dan Instagram.

Terdakwa diancam Pasal 45 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *