PJBN Hadir Sebagai Wadah Perkumpulan untuk melestarikan Budaya Leluhur

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Cilegon – Pencak silat tradisional Banten bukan hanya sekedar seni bela diri, namun belajar pencak silat juga untuk melestarikan budaya leluhur bangsa Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Peguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) DPD Kota Cilegon yang selalu bersemangat untuk selalu menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Menurut Ketua DPD PJBN Kota Cilegon Syamsudin Yusuf yang sering disapa Abel mengatakan, PJBN Merupakan Organisasi Perkumpulan yang bersifat terbuka dan merangkul semua elemen organisasi lintas Budaya, Suku, Agama dan Ras yang berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“Oganisasi PJBN ini terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung dan untuk bersama sama melestarikan warisan budaya dari leluhur kita, tanpa melihat suku, agama, maupun ras,” ujar Abel pada wartawan di kantor sekertariat Link Ketileng Timur, Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, Kamis 11/3/2021.

Adapun yang menjadi program rutinitas PJBN Kota Cilegon adalah salah satunya melestarikan budaya Pencak Silat tradisional Nusantara.

“Alhamdulilah Kami dari PJBN Cilegon selalu rutin setiap minggunya mengajarkan dan memperkenalkan seni budaya pencak silat kepada adik adik kami,” tuturnya.

Menurutnya, seni bela diri Pencak Silat ternyata masih kesulitan untuk terus menularkan seni budaya warisan Nusantara tersebut, karena kebanyakan anak anak sekarang nyaman bermain gatget

“Banyak anak muda sekarang ini lebih senang memegang gatget di tangan mereka ketimbang ikut menjaga dan berlatih pencak silat, bahkan bisa dikatakan saat ini anak muda sulit mencintai warisan seni budayanya sendiri,” ungkapnya.

Dirinya berharap adanya wadah organisasi, bukan hanya untuk kebudayaan, namun untuk mengajak saling bersilaturahmi.

Dalam kesempatan ini Ketua PJBN DPD Cilegon menjelaskan bahwa ada 9 misi yang ada di dalam AD/ART Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN), yang salah satunya turut serta secara aktif mengembangkan dan membina pendidikan bagi masyarakat dalam tatanan sosial, ekonomi dan budaya serta syiar dakwah.

“selain itu, bukan hanya melestarikan budaya, namun kami juga melakukan kontrol sosial kepada masyarakat,” tandasnya.

 

Pewarta: Syahril Ramadhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *