Polemik Dualisme Kepemimpinan KNPI Harus Berakhir, Aldi: “Gibran Rakabuming Raka Sosok yang Tepat Persatukan KNPI”

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Dinamika polemik ditubuh Organisasi Kepemudaan (KNPI) saat ini cukup mencekam, sudah beberapa periode kepengurusan KNPI selalu meninggalkan konflik dualisme kepemimpinan yang sangat memperihatinkan dan keadaan seperti ini merupakan titah sejarah yang kurang baik dalam sejarah organisasi kepemudaan.

Aldi Budi Gunawan yang merupakan salah satu Ketua DPP KNPI mengatakan, Hal ini adalah merupakan sebuah badai besar yang harus segera diakhiri untuk mengharumkan kembali citra pemuda indonesia.

“Kondisi saat ini bagaikan nasi telah menjadi bubur, namun bukan bearti tidak adalagi harapan untuk membalikan kondisi yang ada sehingga KNPI kembali kepada khittah nya yaitu pemersatu pemuda dan candaradimuka pemuda indonesia dalam upaya melahirkan pemuda-pemuda unggul sebagai regenerasi penerus bangsa kembali kepada cita-cita pada saat di lahirkan nya KNPI.” kata Aldi saat ditemui dibilangan pancoran Jakarta Selatan. Pada (14/03/2021).

Dimana kita ketahui, Aldi menambahkan, begitu besar badai yg menerpa KNPI dan belum tuntas hingga hari ini dikarenakan beberapa oknum pemudanya belum mampu mengendalikan ego dari sebuah kekalahan.

“Kita lihat pada saat Konggres Bogor dimana Haris Pertama secara jelas unggul dan mendapatkan suara terbanyak dari bung fajri yang pada saat itu adalah sebagai kandidat, namun fakta sejarah itu menciptakan kondisi yang ada saat ini” tambah Aldi

Melihat realita saat ini, menurut Aldi dalam rangka menyelamatkan organisasi kepemudaan KNPI yang merupakan sebagai candradimuka bagi para pemuda indonesia, maka kita membutuhkan sosok Pemuda yang dapat mempersatukan dan dapat di terima oleh semua golongan.

Aldi melihat, sosok itu ada pada diri seorang pemuda asal solo yang memiliki kerendahan hati dan juga sudah teruji, mampu merangkul semua elemen, kelompok dan golongan. Pemuda itu adalah Gibran Raka Buming.

“Bung Gibran ini merupakan tokoh pemuda yang daat menjadi pemersatu, Karena di tangan beliau sangat di yakini mampu meperekat pemuda yang saat ini tercerai berai dalam suatu wadah yg sama,” ungkap Aldi

Fakta sejarah ini harus segera di benahi dan di sikapi dengan cermat. Kalau bukan kita siapa lagi, dan jika bukan sekarang kapan lagi.

 

Pewarta : BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *