Paman Kapel Angkat Bicara Terkait ABK Meninggal di Taiwan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pemalang – Perkumpulan Manning Agen Karisidenan Pemalang (Paman Kapel) yang merupakan organisasi agency organisasi angkat bicara terkait Anak Buah Kapal (ABK) yang meninggal di Taiwan

MM Law Office, Putra Fajar Sanjaya, SH., C.L.A selaku Kuasa hukum Paman Kapel menanggapi atas musibah yang terjadi ABK di Perusahaan PT. Anugerah Bahari Pasifik (ABP) yang merupakan anggota dari Paman Kapel.

Putra menjelaskan, bahwa pihak agency dalam hal ini PT. ABP akan bertanggung jawab penuh secara kontrak kerja ABK dengan PT. ABP atas pemulangan jenazah hingga hak-hak Almarhum

“Terkait asuransi, akan di cek polis asuransi antara ABK dengan pihak asuransi, PT. ABP akan mendampingi proses pencairan asuransi almarhum. Karena pencairan asuransi, prinsipnya harus melalui tahapan-tahapan yang harus dilakukan”, Katanya.

Hal ini disampaikan pres rileas Paman Kapel dikantornya di Perumahan Widuri Pemalang pada Selasa siang 16 Maret 2021.

Terkait postingan Media Sosial yang diunggah oleh akun @Damir Pelautabangan di group Pusat Berita Pemalang pada Minggu 14 maret 2021 sekira pukul 18.17 WIB.

Dikatakan dalam postingan tersebut, @Dani Pelautabangan bahwa PT. ABP selaku perusahaan agency melakukan Mulai dari penelantaran ABK, pemotongan Gaji ABK, penggelapan gaji bahkan sampai menyebutkan bahwa perusahaan agency dilindungi oleh aparat hukum, pengacara hingga wartawan.

Fajar menyatakan, bahwa postingan tersebut merupakan kabar menyesatkan dan tidak berdasar, baik data dan fakta.

Mengenai Penggelapan dan pemotongan gaji ABK, bahwa Perusahaan agency dibawah naungan Paman Kapel tidak melakukan tindakan tersebut. Adapun pemotongan gaji, itupun terkait hutang ABK kepada pihak Bank yang harus disetorkan sebelum sang ABK berangkat untuk orang rumah.

Lanjutnya, terkait bahwa PT. ABP yang dilindungi oknum aparat, pengacara dan wartawan itu merupakan berita tidak benar. Bahwa Perusahaan Agency di bawah naungan Paman Kapel tidak memiliki beking seperti yang disebutkan pada postingan akun Damir.

Disinggung mengenai langkah hukum terkait postingan akun Damir, pihaknya belum memikirkan untuk melaporkan kepihak berwajib atas postingan tersebut.

Sebelumnya, diberitakan bahwa PT. Anugerah Bahari Pasifik menerima kabar duka atas meninggalnya ABK asal Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, yang meninggal dunia di Taiwan berlayar menggunakan KM Lucky Ocean nomor 188.

 

Pewarta : (Rizqon Arifiyandi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *