Putusan PT Medan, Nusiruan divonis 2 tahun penjara, terkait pungli di PU Medan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Pengadilan Tinggi (PT) Medan menerima permohonan banding Nusiruan ST, dan mengubah putusan Pengadilan Tipikor pada PN Medan dari 4 tahun penjara menjadi 2 tahun penjara.

Dalam putusan Nomor 6/Pid.Sus-TPK/2021/PT MDN Tanggal 4 Maret 2021, yang ditandatangani Hakim Ketua Linton Sirait, Hakim Anggota Poltak Sitorus dan Brsazili disebutkan, terdakwa terbukti bersalah sesuai dakwaan alternatif pertama.

Menghukum terdakwa 2 tahun penjara denda Rp 50 juta, apabila tidak dibayar diganti dengan (subsider) 2 bulan kurungan.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, menghukum Nusiruan ST dengan pidana 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Dalam perkara ini, terdakwa Nusiruan, selaku Kepala UPT Operasional Jalan dan Drainase PU Medan, dianggap terbukti bersalah secara tanpa hak memotong upah para pegawai honor PU Medan.

Upah para pegawai honor dipotong kisaran Rp 500 ribu sampai 1 juta rupiah dengan alasan untuk operasional kantor.

Terdakwa dianggap terbukti bersalah melanggar pasal 12 huruf-e UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Advokat Tengku Fitra Yufina dan Eparia, selaku Penasihat Hukum (PH) terdakwa membenarkan jika permohonan bandingnya diterima oleh majelis hakim PT Medan.

“Informasi resmi belum kami terima, namun dari website PT Medan, kami mengetahui jika permohonan banding kami diterima,” jelas Yufina kepada awak media di Medan, Selasa (16/3/2021).

Menurut Yufina, pihaknya sangat mengapresiasi putusan hakim banding yang mengubah putusan hakim PN Medan.

“Kami sangat mengapresiasi putusan itu, sebagai upaya hukum lanjutan, kami masih pikir-pikir,” pungkasnya.

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *