Soal Kasus penganiayaan anak di Tanggerang ketua komnas perlindungan anak kecam keras

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, JAKARTA – akibat terjadinya aksi kekerasan fisik dalam bentuk penyiksaan dan penganiayaan terhadap seorang bocah berinisial ZM usia 2 tahun 4 bulan yang terjadi di di Kampung Sindang Sono, Kabupaten Tangerang, Banten, dinilai sebagai perbuatan keji, merendahkan martabat kemanusiaan, dan tidak berprikemanusiaan.

Atas peristiwa tersebut, Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen di bidang Perlindungan Anak yang diberikan tugas dan fungsi untuk melakukan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, bereaksi keras dan menuntut segera Polres Tangerang sesuai dengan kewenangannya sebagai aparatur penegak hukum, menahan pelaku.

Komnas Perlindungan Anak juga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk segera hadir dan memberikan pertolongan kepada korban. Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dalam siaran persnya yang dibagikan kepada sejumlah media di kantornya di Bilangan Jakarta Timur, Selasa, (16/3/ 2021).

Aris Merdeka Sirait mengatakan, kasus penyiksaan dan penganiayaan ini terbongkar dari beredarnya sebuah video kekerasan terhadap seorang balita laki-laki viral di media sosial yang dilakukan seorang pria berinisial ASD (27) di Kampung Sindang Sono, Kabupaten Tangerang.

Lanjut ia, Dalam video berdurasi 1.51 menit ini pelaku yang diduga kekasih dari Ibu balita tersebut sengaja merekam aksi tersebut dengan telepon selulernya.
Pelaku juga sempat menanyakan, alasan balita tersebut mengapa selalu diam jika berada di rumah pelaku.

Dengan menggunakan tangan kirinya pelaku menghantam perut balita tersebut beberapa kali. Korban yang mengenakan singlet ini awalnya sempat duduk terdiam usai dipukul pelaku, namun akhirnya balita itu tidak tahan dan terpaksa tumbang tidak kuat menahan sakit akibat pukulan tersebut.
Informasi yang dihimpun Tim Investigasi Cepat Komnas Perlindungan Anak menemukan alasan pelaku melakukan aksinya diduga kesal karena balita tersebut buang air di rumah pelaku,” cetus sirait.

“Video tersebut mendapat kecaman dari warga masyarakat yang menyaksikannya.
Atas kejadian ini, Komnas Perlindungan Anak meminta kepada warga masyarakat jangan terlalu mudah dan sembarangan mempercayakan menitip anak kepada orang yang belum tentu mengasihi anak, apalagi  hanya karena hubungan kekasih dan tetangga, jelasnya.

Masih hal yang sama,” Untuk kejadian penyiksaan penganiayaan ini, Komnas Perlindungan Anak juga mendesak Pemerintah Daerah Tangerang untuk menyiapkan atau menyediakan tempat Penitipan Anak dan Balita yang steril dari kekerasan,”ujarnya.

“Disinilah dibutuhkan kehadiran pemerintah untuk memberikan jaminan Perlindungan Anak sebagai hak anak, yang dijamin konstitusi dan Undang-Undang,” tegasnya.

“Untuk keperluan pemulihan dan rehabilitasi sosial korban, Komnas Perlindungan Anak segera membentuk Tim Pemulihan Anak dan segera pula mengatur jadwal untuk bertemu korban dan ibu korban,” pungkas Arist Merdeka Sirait.

 

Pewarta : (Muklis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *