Deklarasi Jurnalistik Reformasi Indonesia di Hadiri Kominfo

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, JAKARTA – Deklarasi Organisasi Pers yang bernama Jurnalistik Reformasi Indonesia, dalam kesempatan ini hadir Widodo Muktiyo selaku staff Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa mewakili Menteri Jhoni G Plate, bertempat di Wisma Haji Jalan Jaksa No. 30 Menteng Jakarta Pusat, pada, Kamis (18/03/2021).

Widodo mengatakan, cukup Apresiasif menyambut Deklarasi Ini dan sangat berharap JURI dapat mengedepankan nilai nilai etika serta norma dalam menjalankan tugasnya dengan cara konsisten berbasis Hukum, sebab ditengah transformasi media saat ini kaidah norma hukum harus dipegang secara ketat dengan kata Lain, Info garus menyehatkan bukan justru meracuni, informasi yang Sehat dan cerah dapat membuat suasana kondusif dan secara otomatis hal hal yang bersifat hoax dengan sendirinya akan hilang, demikian Widodo yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik.

Sementara itu salah satu pendiri dan sekaligus penasehat JURI Lukman Hakim mengatakan dalam sambutannya, iklim berpikir Jurnalistik adalah menyatukan pola pikir segala lapisan Organisasi Pers untuk membangun karakter positif dalam pemberitaan dan terpenting adalah dapat bersinergi dengan pemerintah dalam konteks kemitraan yang berdasar Undang undang Pers No 40 Tahun 1999.

Dalam acara deklarasi ini dihadiri oleh beberapa daerah yang merupakan calon2 Ketua Dewan Pimpinan daerah, acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, sajak JURI dan Hymne lagu JURI dan pembacaan deklarasi yang berisi menjujung tinggi pancasila dan Undang undang 1945, memegang teguh hukum dalam tugas, menghormati azaz praduga tak bersalah, taat pada kode etik jurnalis dan undang undang No 40/1999, JURI merupakan kesatuan independen dan tidak berafiliasi kepada partai serta tidak merongrong kewibawaan pemerintah serta dapat terus berfungsi sebagai sosial kontrol .

Calon Ketua Umum Jurnalistik Suherman memberikan pernyataan tegas soal lembaga Pers yang digawangi ini, “JURI akan dijadikan sebuah Instrumen keberdayaan insan Pers dengan tetap dan konsisten memegang teguh kaidah-kaidah aturan yang sudah di garisksn sesuai regulasi, selanjutnya JURI secara aktual juga akan memberikan masukan masukan kepada pemerintah tentang arah dan kebijakan produk Pers yang proposional dengan langkah langkah dan tindakan konstruktif, sehingga kedepannya tidak ada lagi beda pandang tentang keberadaan insan Pers dengan pemerintah dengan kata Lain bersama mencari benang merah,” tegas Suherman.

Masyarakat dan publik maupun pekerja Pers sangat berharap dengan lahirnya Jurnalistik Reformasi Indonesia adalah sebuah pilihan dalam menjalankan tupoksinya secara benar dan faktual dan JURI dituntut terus berkiprah membela hak-hak Pers secara berani dan konsisten demi tegaknya Pers yang mandiri serta independen.

 

Pewarta : (Yudi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *